Kartu Jakarta Pintar

Warga Tanjungpriok Mandi Keringat Antre di Bank DKI Cairkan KJP

Saya sudah ngantre sejak pukul 09.00 WIB.

Warga Tanjungpriok Mandi Keringat Antre di Bank DKI Cairkan KJP
Warta Kota/Panji Baskara Ramadhan
Terbatasnya jumlah pengambilan dana tunai Kartu Jakarta Pintar (KJP) yakni senilai Rp 50 ribu per minggu, Kantor Bank DKI Cabang Tanjung Priok, Jalan Anggrek, Tanjung Priok, Jakarta Utara, disesaki warga penerima dana KJP, Kamis (11/06). 

WARTA KOTA, TANJUNGPRIOK - Terbatasnya jumlah pengambilan dana tunai Kartu Jakarta Pintar (KJP) yakni senilai Rp 50 ribu per minggu, Kantor Bank DKI Cabang Tanjung Priok, Jalan Anggrek, Tanjung Priok, Jakarta Utara, disesaki warga penerima dana KJP, Kamis (11/06).

Hasil pengamatan Wartakotalive.com, ratusan warga membludak di dalam dan luar Kantor Bank DKI. Para warga terlihat mengantre yang panjanganya hampir 4-5 meteran lebih.

Diketahui, jadwal pengambilan dana KJP bervariasi sesuai tingkatan sekolah, jumlah warga yang mengantre justru semakin bertambah.

"Saya sudah ngantre sejak pukul 09.00 WIB. Tapi baru bisa ke tellernya saja pukul 12.00 WIB," ucap warga di Kawasan Jalan Enggano, Jakarta Utara, Muclisin (39).

Pengambilan KJP ini diketahui untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) pengambilan dana KJP berlaku pada minggu ke I dan III.  Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada minggu I, II dan III. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilaksanakan pada minggu I sampai minggu ke-IV.

Setiap hari kantor itu didatangi warga kurang lebih 800 peserta penerima dana KJP. Sebanyak 400 orang untuk penarikannya, sisanya cek saldo sama print out," ujar Head Teller Bank DKI Cabang Tanjung Priok, Herina Hanif.

Ia juga mengaku. Untuk yang terjadwal di cabang saja, satu harinya bisa mencapai 300 orang. Maka dari itu, kata dia, untuk mengurai antrean dan tidak menganggu pelayanan nasabah umum, pihaknya menyediakan ruangan khusus.

"Itu di luar yang ngeprint ya. Belum di dalamnya. Agar warga nyaman kami pastinya memfasilitasi dan berupaya melayani sebaik mungkin. Kita kasih Teller, Customer Service (CS) sendiri untuk pencairan. Di sini juga kami sediakan air minum dan menambah tempat duduk," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Bank DKI Cabang Tanjung Priok, Eka Widyaningsih mengaku banyaknya sekolah di Tanjung Priok berimbas membludaknya warga dalam mencairkan dana KJP.

"Kita sudah siapkan aplikasi, buku, dan tarikan tunainya. Ya yang jadi masalah itu membludaknya warga. Sebab di Jakarta Utara ini banyak sekolah, yang rata-rata satu gangnya saja bisa ada 4-5 sekolahan," paparnya.

Pihaknya, kata dia, sudah memberi arahan kepada peserta untuk mengambil kolektif dana KJP di minggu terakhir.

"Ini kan agar tak terjadi antrean panjang lagi. Sudah diberikan solusi untuk mereka. Kalau minggu awal mereka belum ngambil, mereka bisa mengambil kolektif di minggu terakhir. Gak perlu lagi tiap mingu kan, nanti bisa langsung ke semuanya. Cuman ya bagaimana, sudah diberikan arahan bisa diambil nanti, tetap saja datang. Mau gak mau ya kami layani," keluhnya.

Diketahui, besaran dana KJP yang diterima siswa bervariasi sesuai tingkatan sekolahnya. Perbulan, siswa tingkat SD sendiri mendapat Rp 100 ribu, SMP sebesar Rp 150 ribu, dan SMA dan SMK Rp 200 ribu.

Padahal, pencairan dana KJP hanya bisa dilakukan atau diambil sebesar Rp 50 ribu per minggunya. Hal ini guna menghindari penyalahgunaan dan tepat sasarannya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Adi Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved