Breaking News:

Tip Sehat

Penelitian: Tubuh Kurus atau Ramping Belum Tentu Sehat

Kelebihan berat badan memang tidak sehat. Apalagi, obesitas rentan dengan berbagai penyakit, seperti jantung dan diabetes.

Editor: Andy Pribadi
Kompas.com
Shutterstock/Ilustrasi> 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kelebihan berat badan memang tidak sehat. Apalagi, obesitas rentan dengan berbagai penyakit, seperti jantung dan diabetes.

Sedangkan, tubuh ramping dianggap lebih sehat. Namun, nyatanya menurut hasil penelitian, orang bertubuh ramping tak berarti bebas dari penyakit.

Tubuh gemuk selalu dikaitkan dengan hipertensi, kolesterol tidak normal, hingga timbunan lemak jahat di dalam tubuh yang dikategorikan tidak sehat.

Untuk menghindari kondisi tersebut, berbagai cara dan berbagai program diet dilakukan, demi menurunkan berat badan.

Bahkan, tak sedikit yang terobsesi memiliki badan ramping, hingga akhirnya menggunakan cara instan yang tak sehat untuk menurunkan berat badan.

Padahal, faktanya mereka yang berbadan kurus atau ramping belum tentu sehat.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular Diseases menyebutkan, bahwa diperkirakan, satu dari empat orang yang memiliki tubuh kurus atau ramping memiliki presentase lemak tubuh yang sama dengan orang-orang yang mengalami kegemukan.

Fenomena semacam ini disebut Thin Outside, Fat Inside (TOFI).

Penelitian dari Kanada membuktikan bahwa orang-orang yang TOFI, memiliki kadar trigliserida, kadar gula darah puasa, serta tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki badan ramping dengan massa lemak rendah di dalam tubuh.

Tiga hal tersebut merupakan faktor risiko yang berpotensi mengakibatkan serangan jantung dan diabetes.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved