Kuota Hanya 99.223, Pendaftar SBMPTN Mencapai 693.000 Orang
Tahun ini 693.000 orang memperebutkan 99.223 kursi perguruan tinggi negeri lewat jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
WARTA KOTA, PALMERAH- Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) akan berlangsung serentak Selasa 9 Juni 2015.
Pendaftaran pun telah ditutup sejak 30 Mei lalu, dengan jumlah pendaftar sebanyak lebih dari 693.000 orang. Padahal, tahun sebelumnya hanya sekitar 664.000 orang.
Meski begitu, jumlah kuota mahasiswa baru dari jalur SBMPTN hanya 99.223 kursi dari tahun sebelumnya sebanyak 91.294 kursi. Karenanya, persaingan pun 1:147, artinya satu kursi, diperebutkan oleh sekitar 147 pendaftar.
Ainun Na'im Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyebutkan SBMPTN diikuti 74 perguruan tinggi negeri (PTN).
"Termasuk di dalamnya PTN baru, namun PTN baru masih menginduk ke PTN terdekat. Misalnya saja, Univeristas Singaperbangsa Karawang, menginduk ke panitia lokal terdekat di Bogor," katanya, dalam konferensi pers SBMPTN, Minggu (7/6/2015).
Selain itu, Universitas Tidar Magelang ke Universitas Diponegoro, sedangkan UPN Veteran Yogya ke Universitas Negeri Yogyakarta atau Univesitas Gadjah Mada. UPN Veteran Jakarta ke Universitas Negeri Jakarta, dan UPN Veteran Surabaya ke Universitas Negeri Surabaya.
Rochmat Wahab, Ketua Panitia SBMPTN, menjelaskan, tes tertulis akan dilangsungkan Selasa (9/6), sedangkan uji keterampilan dilaksanakan 10-11 Juni. Sementara itu, pengumuman hasil dilakukan 9 Juli 2015.
Rektor UNY itu mengatakan, soal ujian memiliki berbagai tingkat kesulitan. "25 soal mudah, 50 sedang, dan 25 sulit. Hingga saat ini, belum pernah ada laporan yang susah ataupun yang gampang," kata Rochmat.
Berprinsip nondiskriminasi, panitia SBMPTN juga mempersiapkan petugas khusus yang akan membacakan soal dan mengisi jawaban bagi peserta penyandang cacat. Hal ini, karena dalam SBMPTN tidak ada soal dalam huruf braille.
Rochmat mengatakan, bagi mereka yang nantinya diterima di PTN namun dalam keadaan ekonomi yang tidak beruntung, pemerintah telah menyiapkan beasiswa Bidikmisi, beasiswa prestasi, dan beasiswa lainnya.
"Tidak hanya itu, nantinya pembayaran uang semester pun diberlakukan uang kuliah tunggal (UKT) yang telah ditentukan oleh masing-masing rektor PTN," ujar Rochmat.
Adapun cara pengajuannya, dengan surat keterangan jika orangtua telah meninggal, pensiun, sumber keuangan berkurang, dan lainnya sesuai peraturan masing-masing PTN.
Adapun bagi mereka yang tidak diterima dalam SBMPTN, beberapa kampus menyediakan jalur tes tertulis. Misalnya, Simak UI di Universitas Indonesia, UM untuk UGM dan lain-lain.