Dialihkan Mendadak, Penumpang Stasiun Gambir Kebingungan

Sejumlah calon penumpang kereta kebingungan di Stasiun Gambir akibat pengalihan rute kereta terkait Jakarta Karnaval.

Penulis: | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI - Peserta festival budaya Jakarnaval 2014 melintasi Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (22/6). Festival Budaya Jakarnaval 2014 yang diikuti 1200 peserta serta 30 mobil hias dengan mengangkat tema Keajaiban Topeng Nusantara tersebut untuk memeriahkan HUT ke-487 DKI Jakarta. 

WARTAKOTA, GAMBIR-Terpaksa dialihkan dan ditutup sementara akibat pawai Jakarnaval 2015, sejumlah masyarakat yang hendak bepergian keluar kota dengan menumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Gambir pada Minggu (7/7) kebingungan. Bukan tanpa sebab, kurangnya informasi dan pengalihan yang bersifat mendadak menjadi keluhan utama yang disampaikan penumpang.

Seperti halnya Gilang (28) warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Pemuda lajang yang hendak pergi ke Pekalongan, Jawa Tengah dengan menumpang KA Eksekutif Bromo Anggrek itu mengaku kebingungan saat dirinya hendak memasuki gerbang peron Stasiun Gambir pada sekira pukul 13.00 WIB.
Seorang petugas keamanan yang bertugas dikatakannya, segera bertanya kepadanya mengenai kedatangan dirinya. Dirinya yang menjawab hendak menumpang KA pun segera diarahkan ke Stasiun Jatinegara, karena seluruh keberangkatan KA di Stasiun Gambir dalam rentang waktu enam jam, terhitung sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dialihkan.

"Nah, saya bingung. Jadinya saya harus ke Stasiun Jatinegara deh. Sebenarnya kalau soal dialihin sih saya nggak masalah, tapi infonya itu yang kurang, coba masyarakat dikasih info lebih cepat, atau minimal sehari sebelumnya, jadi nggak bakalan bolak-balik kayak sekarang," jelasnya kepada Warta Kota di Stasiun Gambir, Minggu (7/7).

Atas pengalihan tersebut, ia merasa khawatir tertinggal KA. Sebab, sesuai jadwal keberangkatan yang tercantum dalam tiket miliknya, keberangkatan KA Eksekutif itu pada pukul 13.50 WIB, sementara dirinya masih berada di Stasiun Gambir pada pukul 13.20 WIB.

"Hasilnya kan kayak gini, orang bisa ketinggalan kereta, apa diganti tiketnya apa hangus, nggak ada informasinya juga. Kalau gitu sekarang saya naik commuter line, mudah-mudahan belum terlambat," tutupnya bergegas.

Berbeda dengan Gilang, Astrid Savira (24) warga Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat justru mengaku gembira dengan pengalihan KA tersebut. Sebab, suasana Stasiun terlihat sangat sepi dan nyaman.

Selain itu, alasan kegembiraannya pun dikarenakan jadwal keberangkatan KA yang hendak ditumpanginya menuju Semarang, Jawa Tengah tidak termasuk dalam jadwal pengalihan. Sementara, alasan kedatangannya ke Stasiun Gambir pada sekira pukul 16.00 WIB atau sekitar dua jam sebelum keberangkatan memang sengaja datang lebih cepat, menunggu beberapa orang rekannya yang belum datang.

"Kalau saya sih memang nggak ada masalah, karena kan memang jadwalnya (keberangkatan KA-red) nggak termasuk pengalihan. Tapi terus terang, karena dialihin, stasiun jadi sepi, enak banget," jelasnya tersenyum.

Sementara itu, usai resmi dialihkan, suasana Stasiun Gambir terlihat sangat lengang dan cenderung kosong. Warta Kota yang menyambangi stasiun yang dibangun sejak tahun 1930 itu berulang kali, yakni pada sekira pukul 12.00 WIB dan sekira pukul 16.00 WIB hanya menemui beberapa orang penumpang yang hendak bepergian.

Walau merasa keberatan atas kurangnya informasi, para penumpang mengaku maklum. Sebab, pengalihan tidak semata karena adanya kesalahan ataupun gangguan teknis dari pihak PT KAI, tetapi karena menghindari permasalahan lebih besar akibat tertutupnya akses jalan imbas dari pagelaran Jakarnaval 2015.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved