HUT Kota Jakarta

Pedagang PRJ Senayan: Yah Bener Juga Kata Pak Ahok

Gubernur Ahok pernah menuding pihak penyelenggara PRJ Senayan yang tak beres. Dan hal itu diamini para perdagang

Kompas.com
Suasana PRJ Senayan. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah menuding pihak penyelenggara Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 di Parkir Timur Senayan, merugikan pedagang terbukti benar.

Kronologis selengkapnya diceritakan oleh salah satu pedagang bernama Ardiga (21)

"Sekarang pedagang yang dirugikan. Mereka, penyelenggara, memungut biaya Rp 2 juta, tapi kewajibannya, seperti menyediakan listrik, tak dipenuhi," kata Ahok pada Senin (1/6/2015) lalu di Balai Kota.

Ternyata pernyataan Ahok itu dibenarkan oleh para pedagang. Ardiga menjadi salah satu pedagang yang merasa dirugikan oleh pihak penyelenggara Pesta Rakyat Jakarta (PRJ), menurutnya, pihak penyelenggara tidak memenuhi kewajiban mereka ke para pedagang di PRJ.

Ardiga menceritakan, bahwa dirinya telah menyelesaikan pembayaran tepat pada waktunya, sesuai dengan permintaan pihak penyelenggara. Sayangnya, setelah menyelesaikan kewajibannya, hak-hak Ardiga tidak dipenuhi.

"Dari hari Sabtu itu kita sudah bayar, contohnya pembayaran itu Rp 2 juta, dan listrik dikenain lagi per 2 ampere itu Rp 500.000, ketika kita loading, ternyata listrik belum ada, tenda belum jadi," ujar pedagang penjual produk makanan, yang merasa dirugikan karena makanannya tak lagi menjadi segar, pada hari penutupan PRJ, Jumat (5/6/2015).

padahal dijanjikan jam 8 malam hari Jumat, itu sudah bisa loading atau kita bisa masukkin barang, itu ada di kontrak, pas technical meeting juga sudah disebutkan semuanya," imbuhnya

Yang diminta Ardiga hanyalah kewajiban pihak penyelenggara, "Sebenarnya gini, kalau kita udah bayar kewajiban kita untuk membayar listrik dan stand, setelah kita sudah menyelesaikan kewajiban kita, seharusnya kita bisa dong apa yang menjadi hak kita?" tanya pria berusia 21 tahun tersebut.

PRJ Senayan digelar PT. Pradana Grasindo Convex. Mereka mengaku mendapat izin dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Penyelenggaraan acara itu, sepi pengunjung sejak hari pertama dibuka. Ahok sempat mengeluarkan pernyataan, bahwa dirinya tak tahu menahu soal acara ini. Lalu, ia memakluminya karena melibatkan para pelaku UKM Jakarta. (Dennis Destryawan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved