Diteror Preman, Ibu Modis Ngotot Ketemu Kapolda Metro Jaya

Seorang ibu, Anny Saleh Effendi (60), tak tahan diteror preman dan mendatangi Polda Metro Jaya. Ia pun ngotot bertemu Kapolda.

Diteror Preman, Ibu Modis Ngotot Ketemu Kapolda Metro Jaya
Anny saat hendak bertemu Kapolda Metro Jaya tapi gagal, Kamis (4/6/2015). Anny hendak meminta perlindungan ke Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono lantaran merasa diteror preman akibat kasus sengketa tanah. 

WARTA KOTA, SEMANGGI-Seorang Ibu, Anny Saleh Effendi (60), tak tahan diteror preman dan mendatangi Polda Metro Jaya. Dengan sedikit i ngotot mau bertemu langsung dengan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, Kamis (4/6/2015).

Dia datang didampingi rekan-rekan satu pengajiannya, siang ini. Semuanya memakai baju muslim berwarna mencolok serta masing-masing memakai kacamata hitam besar.

Mereka menunggu lama di depan teras Main Hall Polda Metro Jaya, tempat Kapolda Metro Jaya, Irjen Unggung Cahyono berkantor.

Anny mengaku rumah yang Ia tinggali di Perumahan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sudah sejak tahun 2014 lalu bersengketa. Dia memiliki Surat Hak Milik (SHM). Tapi entah bagaimana ternyata ada orang lain lagi yang memiliki SHM dan telah mendapat pengesahan pengadilan.

Makanya Anny sejak tahun 2014 lalu diminta mengosongkan rumah. Tapi dia tak mau, tapi justru melaporkan ke Polda Metro Jaya bahwa pemilik SHM lain itu memalsukan SHM.

Tapi rupanya kasus berkembang liar. Lawan sengketa Anny itu justru menyewa preman untuk meneror Anny. Makanya ia ketakutan lantaran rumahnya kini rutin didatangi preman sejak pertengahan Mei 2015 ini.

"Preman itu sudah 11 kali datang selama dua pekan ini. Dan setiap datang mereka selalu marah-marah dan menggedor-gedor pagar rumah," ucap Anny.

Bahkan, kata Anny, dirinya makin panik ketika preman itu datang ke-11 kalinya. Saat kedatangan ke -11 itu preman justru datang bersama polisi serta petugas PLN lalu mematikan listrik di rumah Anny. Dirinya pun tak berdaya dan membiarkan listrik itu mati. 

"Makanya saya mau minta perlindungan Kapolda ini. Apalagi ini polisi ikut-ikutan membekingi preman. Saya harus minta perlindungan kemana lagi. Makanya saya mau minta ke Kapolda," ucap Anny sambil panik.

Tapi Anny tak berhasil bertemu Kapolda. Ia hanya ditemui anggota sekpri Kapolda Metro Jaya, yakni Inspektur Satu Djoko Siswanto di depan teras Main Hall sambil berdiri.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved