Kamis, 30 April 2026

Karena Dendam, Ari Wibowo Nekat Membunuh Sopir Angkot M11

Ari Wibowo (26), pedagang pecel lele di Kembangan nekat menghabisi nyawa sopir angkot M11 yang sering mengejeknya.

Tayang:

WARTA KOTA, KEMBANGAN-Kesal karena sering dibully, Ari Wibowo (26) pedagang pecel lele di Jalan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat nekat menghabisi Pendi (35) seorang sopir angkot M11 Kebon Jeruk-Tanah Abang di Pasar Pengampunan pada Minggu (31/5) dini hari. Pemuda itu pun kemudian menyerahkan diri ke Polsek Kembangan usai bercerita kepada keluarga.

Motif dendam tersebut diungkapkan Kapolsek Metro Kembangan, Kompol Sukatma diketahui bermula saat pelaku mengobrol bersama seorang rekannya terkait jual-beli ponsel usai menutup warung pecel lele pada sekira pukul 01.45 WIB.

Tanpa banyak komentar, korban yang diketahui sering berbuat ulah itu kemudian mendatangi keduanya dan membentak pelaku dengan kata-kata kasar. Tidak hanya itu, korban yang diungkapkan pelaku sedang mabuk itu pun menarik paksa baju dan memukul pelaku beberapa kali.

"Keduanya sempat berkelahi, tetapi kemudian dilerai warga. Pelaku bersama rekannya kemudian pergi meninggalkan, sedangkan korban tetap di lokasi, pangkalan angkotnya," jelasnya kepada Warta Kota di Mapolres Jakarta Barat, Senin (1/6).

Namun, walau sudah sampai ke rumah dan menaruh gerobak, pelaku yang kesal ternyata masih menyimpan dendam terhadap korban. Berbekal sebilah clurit tajam, pelaku pun kembali mendatangi korban di pangkalan angkot yang berada tidak jauh dari rumah pelaku yang beralamat di Jalan Srengseng RT 02/07 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

"Pelaku kemudian menyabetkan clurit berulang-ulang ke tubuh korban. Korban yang terjatuh terus diserang hingga tewas di tempat dengan luka parah pada bagian kepala, punggung, tangan dan kaki," jelasnya.

Walau berawal dari penganiayaan, tetapi dikatakannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Pelaku pun terancam harus mendekam selama 15 tahun penjara.
Sementara itu, Ari Wibowo yang telah ditahan di Mapolres Jakarta Pusat terlihat hanya terdiam saat digelandang masuk ke dalam sel tahanan. Dirinya yang mengenakan baju tahanan berwarna orange dengan penutup kepala hitam mengaku menyesal dengan apa yang telah diperbuatnya.

"Saya nyesel, nggak tahu kok bisa begitu," ungkapnya lirih di Mapolres Jakarta Barat, Senin (1/6).

Dirinya pun menyampaikan kalau kekesalannya terhadap korban sudah terpendam selama bertahun-tahun. Sebab, bukan hanya kerap menganiaya dirinya, korban yang kerap kali mabuk itu juga meminta uang kepada dirinya setiap malam.

"Dia suka bikin masalah, suka mabuk dan kalau ke warung saya suka minta uang minimal Rp 20.000 setiap malam. Kalau nggak dikasih, pasti ribut," ungkapnya.

Namun, dirinya menyadari nasi sudah menjadi bubur, usai membunuh Pendi, dirinya yang semula hendak bersembunyi di rumah kakak kandungnya dibilangan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu pun kemudian menyerahkan diri.

"Saya cerita sama bapak-kakak saya, kata bapak, saya sebagai lelaki harus bertanggung jawab. Akhirnya saya serahkan diri kepada polisi yang sudah berada di rumah saya," tutupnya lemah.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved