Nur Mahmudi: Tak Ada Indikasi Keracunan Dialami Keluarga Naiman

Keracunan yang dialami keluarga Naiman bukan karena mengkonsumsi beras tapi hanya alami gangguan pencernaan

Nur Mahmudi: Tak Ada Indikasi Keracunan Dialami Keluarga Naiman
Kompas.com/Rio Kuswandi
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail 

WARTA KOTA, DEPOK - Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menyebutkan dalam kasus dugaan keracunan akibat beras plastik yang dialami keluarga Naiman (52), Dinas Kesehatan Kota Depok sudah melakukan identifikasi atas hal ini.

Menurut Nur Mahmudi, hasil pemeriksaan dan identifikasi Dinkes tidak ada indikasi keracunan yang dialami Naiman sekeluarga. Mereka,  kata Nur Mahmudi, diketahui mengalami gangguan pencernaan.

"Tidak teridentifikasi masalah keracunan, setelah Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan. Yang bersangkutan hanya mengalami gangguan pencernaan. Murni gangguan pencernaan," kata Nur Mahmudi bersama Kapolda Metro Irjen Unggung Cahyono dan Kapolresta Depok AKBP Dwiyono dalam jumpa pers di Mapolresta Depok, Kamis (28/5/2015).

Selain itu kata Nur Mahmudi dalam uji lab yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan bersama Universitas Indonesia (UI) terhadap beras Naiman yang didapat dari polisi, memang tidak ditemukan komponen plastik dalam beras tersebut.

"Tidak ada komponen plastik yang ditemukan dalam hasil uji lab itu," kata Nur Mahmudi.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono menuturkan dari tiga metode uji laboratorium Mabes Polri atas beras yang dikonsumsi keluarga Naiman (52) warga Kampung Rawageni RT03/02, Ratujaya, Cipayung, Depok dan membuat sekeluarga keracunan, dipastikan bukanlah beras plastik.

Sebab, katanya, uji lab menyatakan beras Naiman tidak mengandung unsur senyawa plastik.

"Dari hasil pemeriksaan, beras Naiman adalah beras jagung. Dalam uji banding, beras Naiman identik dengan beras jagung program Walikota Depok (beras One Day No Rice-Red)," kata Unggung didampingi Walikota Nur Mahmudi Ismail dan Kapolresta Depok AKBP Dwiyono dalam jumpa pers di Mapolresta Depok, Kamis (28/5/2015).

Dalam kesempatan itu, Unggung menunjukkan sampel beras dari Naiman dengan beras jagung program One Day No Rice Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. "Hasilnya identik," katanya.

Unggung menyatakan labfor Mabes Polri melakukan uji sampel beras yang dikonsumsi Naiman dengan tiga metode yakni metode GCNS, FTIR dan MS-MS. "Dari tiga metode ini hasilnya sama yakni negatif senyawa jenis plastik," kata Unggung.

Ini berarti, kata Unggung, beras yang diduga beras plastik dan membuat keluarga Naiman keracunan dipastikan bukan beras plastik.

"Hasil uji lab dari Mabes Polri ini dilaporkan ke Kapolres Depok tadi pagi dan sekarang saya paparkan ke media. Hasil ini menunjukkan dugaan keracunan yang dirasakan Naiman bukan karena beras yang mengandung unsur plastik," papar Unggung.

Menurut Unggung, ini menandakan keluhan mual, pusing dan lemas yang dirasakan Naiman sekeluarga sebelumnya, bukanlah akibat mengonsumsi beras plastik.

"Sebab orang makan tidak hanya beras atau nasi saja, tetapi ada sayur, lauk dan sebagainya. Mengenai apa penyebab dia mengalami keluhan bisa didalami lebih lanjut," kata Unggung.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved