Breaking News:

Manajemen Hargai Keputusan Pahabol

Sebelum mundur dari Timnas U-23, Pahabol menghubungi manajemen dan memberitahukan niat untuk hengkang dari Timnas U-23.

Kompas.com
Para pemain Timnas Indonesia U-23 berselebrasi seusai mencetak gol ke gawang timnas Timor Leste dalam kualifikasi Piala Asia U-23 Grup H di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2014). Indonesia menang dengan skor 5-0. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Hengkangnya Ferinando Pahabol dari skuad Timnas PSSI U-23 yang sedang disiapkan pelatih Aji Santoso ditanggapi manajemen Persipura Jayapura karena dia merupakan salah satu pemain yang dilepaskan Persipura ke Garuda Muda.

"Ya, kami hargai keputusan Pahabol untuk keluar dari Timnas U-23. Itu keputusan pribadi dia. Kami selaku manajemen tidak menyarankan Pahabol untuk hengkang dari Timnas U-23," kata Sekretaris Umum, Rocky Bebena kepada Super Ball, Kamis (28/5/2015).

Menurut Rocky, pihaknya tidak menghalangi pemainnya untuk bergabung dengan timnas, namun jika niat mundur itu berasal dari pemain, manajemen tidak bisa menahannya, karena itu sudah keputusan pemain yang bersangkutan.

"Sebelum mundur dari Timnas U-23, Pahabol menghubungi manajemen. Dia memberitahukan niatan untuk hengkang dari Timnas U-23. Kami tidak bisa memaksanya untuk tetap bertahan karena itu sudah kebulatan niat dari Pahabol," ucap Rocky.

Saat menghubungi manajemen, ujar Rocky, Pahabol mengaku kecewa Persipura gagal menjamu Pahang FA di babak 16 besar AFC Cup 2015 di Stadion Mandala pada Selasa (26/5/2015), karena masalah visa.

Tiga pemain Pahang FA, yaitu Dickson Nwakaeme (Nigeria), Zesh Rehman (Pakistan), dan Domion Delano Stewart (Jamaika), gagal mendapatkan visa masuk ke Indonesia. Akibatnya seluruh pemain Pahang FA kembali ke Malaysia.

"Peristiwa itu memang membuat masyarakat Papua kecewa dan sakit hati, termasuk Pahabol dan keluarganya. Keluarga pun meminta Pahabol untuk meninggalkan Timnas U-23 dan Pahabol pun bersedia. Jadi kami selaku manajemen hanya bisa menghargai keputusannya. Itu keputusan pribadi dari Pahabol," ujar Rocky.

Rocky menerangkan, manajemen belum memutuskan apakah langkah dari Pahabol itu akan juga diterapkan ke pemain lain untuk meninggalkan timnas. "Kami masih menunggu hasil investigasi dari AFC terkait kegagalan menjamu Pahang FA. Kami juga menunggu keputusan dari FIFA. Apakah kita jadi disanksi oleh FIFA atau tidak. Jika AFC tetap mengizinkan Persipura berlaga di AFC Cup 2015, maka kemungkinan kami akan tetap mengizinkan pemain memperkuat timnas. Namun jika ternyata FIFA jadi memberikan sanksi, maka semua itu akan sia-sia termasuk harapan di AFC Cup. Jika sanksi diturunkan, maka otomatis kita pun tidak bisa memainkan timnas," terang Rocky.

Jika sudah begini untuk apa, manajemen Persipura menghalangi pemainnya untuk memperkuat timnas. "Namun sikap kami mungkin akan berbeda jika kita tidak disanksi FIFA tetapi kami dicoret oleh AFC. Bisa saja kami tidak akan mengizinkan pemain ke timnas atau sebaliknya. Semuanya tergantung dari keputusan AFC dan FIFA," tutur Rocky.

Ini juga mengecewakan dan membuat sakit hati manajemen, pemain, dan tim pelatih Persipura.  Padahal selama ini, tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut sudah banyak menorehkan prestasi bagi Indonesia, dari lolos ke babak semifinal AFC Cup musim lalu sampai menjadi juara Liga Super Indonesia. Bahkan Persipura menjadi salah satu tim yang cukup banyak mengirim pemainnya ke timnas.

"Sebelum ada konflik sepak bola ini, kami sudah berniat untuk mengelola timnas, karena ada rencana trainning Center timnas itu akan dilakukan di Papua. Bahkan kami berencana akan mengirim 19 pemain ke timnas. Tetapi dengan ikut campurnya pemerintah di AFC Cup kemarin, kami jadi berpikir ulang untuk mengirim pemain ke timnas," papar Rocky.

Rocky menambahkan, kegagalan Persipura menjamu Pahang FA, membuat masyarakat Papua marah besar. "Bagi masyarakat Papua, Persipura sangat penting. Masyarakat Papua akan menghentikan aktivitasnya jika ada pertandingan Persipura. Sepakbola di Papua memperkuat nasionalisme. Jika sepakbola ini jadi seperti ini, kami khawatir nasionalisme kami jadi tergerus. Mudah-mudahan ini tidak sampai terjadi," tambah Rocky.

Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved