Breaking News:

Pemilik Bimbel Bodong Jadi Buronan Polisi

Pasangan suami-istri Riswanda dan Ayu kini buron. Mereka menghilang setelah usaha bimbingan belajarnya (Bimbel) kacau balau.

Wartakotalive.com/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sebagian korban yang tertipu Bimbel Bodong duduk di tanggan masuk ke kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu (27/5/2015). Mereka menjalani pemeriksaan disana, hari ini. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Pasangan suami-istri Riswanda dan Ayu kini buron. Mereka menghilang setelah usaha bimbingan belajarnya (Bimbel) kacau balau. Dan ratusan murid serta orangtua yang sudah terlanjur menyetorkan uang melaporkan kasus ini ke polisi.

Jumlah korban yang tertipu sebanyak 970 orang. Para korban sudah menyetor uang pembayaran Bimbel antara Rp 2 Juta - Rp 32 Juta.

Menurut para korban, semua berawal pada bulan Agustus 2014. Ketika itu Bimbel bahasa bernama Global Bahasa DM yang dibuat Pasutri itu memasang stand promosi sekaligus pendaftaran di Mall Daan Mogot.

Mereka menyebut punya tiga cabang. Di kawasan Taman Palem, Taman Pabuaran, Jakarta dan di Daan Mogot. Seluruhnya berada di Jakarta Barat.

Hety Santoso (49), korban yang tertipu Rp 6,5 Juta, menceritakan, cara berpromosi Bimbel tersebut cukup menggiurkan.

Bimbel itu, kata Hety, memiliki marketing sendiri. Kemudian memiliki berbagai paket Bimbel.

Tapi pada intinya, kata Hety, Bimbel ini mengharuskan setiap orang mengambil paket yang pembayarannya dihitung per tahun. Dan dalam setiap paket semua peserta bebas masuk ke kelas bahasa manapun.

"Jadi saat promosi itu disebutkan waktu-waktu jam pelajaran bahasa. Ada Bahasa Inggris, Japanese, Mandarin, Jerman, Prancis, dan Korea. Dan apabila sudah membayar paket, maka boleh masuk ke kelas bahasa apapun," ucap Hety kepada Wartakotalive.com di Polda Metro Jaya, Rabu (27/5/2015) sore.

Hety menceritakan, dia mendaftarkan anaknya sejak Agustus 2014 dan membayar Rp 6,5 Juta. Namun sampai Desember 2014 kelas Bimbel tak juga dimulai. Alasannya saat itu ruko untuk Bimbel masih dalam tahap renovasi.

Selanjutnya baru Januari 2014 kelas Bimbel di cabang Daan Mogot dimulai. Tapi kemudian di Bulan April 2014 kekacauan mulai terjadi. Guru Bimbel mulai tak mengajar.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved