Penyelundupan
Sangat Mungkin Sabu yang Beredar Dibuat dari Sisik Trenggiling
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta mengatakan, sisik trenggiling kerap diselundupkan karena banyak memiliki khasiat dan fungsi tertentu lainnya
WARTA KOTA, TANGERANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta mengatakan, sisik trenggiling kerap diselundupkan karena banyak memiliki khasiat dan fungsi tertentu lainnya.
Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengamankan sejumlah sisik trenggiling yang hendak diselundupkan. Total ada 405 kilogram sisik yang diamankan.
Kepala BKSDA DKI Jakarta, Awen Supranata pada Selasa (26/5/2015) mengatakan, sisik trenggiling memang banyak memiliki kegunaan.
"Kegunaannya antaralain untuk obat-obatan, bahan kosmetik, bahan celana jins, dan banyak lagi," kata Awen Supranata.
Satu hal lain, lanjut Aven, yang diduga kerap membuat sisik trenggiling gencar diselundupkan adalah fungsinya sebagai bahan baku narkoba jenis sabu.
"Berdasarkan hasil penelitian, sisik trenggiling mengandung satu zat yang merupakan bahan pembuatan sabu, yakni Tramadol HCI. Sangat mungkin sabu-sabu yang diproduksi dan diedarkan dibuat salah satunya dengan sisik trenggiling ini," kata Awen Supranata.
Awen memaparkan, nilai jual satu kilogram sisik bisa mencapai $US 400, atau sekitar Rp 5,2 juta per kilogram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sisik-trenggiling_20150526_181000.jpg)