Petugas Kebersihan Akan Dipasangi Nomor Telepon di Smart City
Maraknya tumpukan sampah di beberapa wilayah, membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meradang.
Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA, GAMBIR - Maraknya tumpukan sampah di beberapa wilayah, membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meradang. Pasalnya, pihaknya sudah menempatkan ribuan petugas kebersihan di seluruh lokasi.
Karena itu, pihaknya akan melakukan terobosan agar para petugas kebersihan bisa bekerja dengan baik.
Pihaknya akan mencantumkan nomor telepon petugas kebersihan sekaligus lokasi bekerja mereka. Sehingga warga bisa memantau dan menghubungi langsung petugas kebersihan nantinya.
"Kami punya puluhan ribu petugas kebersihan, taman, dan mau ditambahin di Kelurahan 18.000 orang kerja. Masa Jakarta gak bersih pembantu begitu banyak? Matanya tadi Lurah Camat nggak mau pelototin. Karena itu saya bawa Pak Setiaji dari Kominfo. Saya ingin ini taruh di Smart City," kata Ahok, usai meninjau langsung Taman Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015).
Dengan Smart City yang bisa diakses di www.jakarta.go.id tersebut, ia mengajak langsung warga turut serta memantau kebersihan di seluruh lokasi.
Jadi nanti orang Jakarta begitu buka komputer bisa tahu. Oh Jalan Hayam Wuruk, sepanjang ruas jalan ini petugas kebersihannya siapa. Jadi ini seluruh tanah rumahnya orang Jakarta. Orang Jakarta ingin halaman rumahnya bersih kan tamannya. Saya ingin orang Jakarta tahu siapa pembantu-pembantunya. Pembantunya di mana bacanya? di Smart City.
"Dari situ bisa ketahuan siapa pembantunya. Nomor teleponnya berapa. Kalau gak bersih, orang Jakarta telepon. Hei, lu kerja apa lu?" kata Ahok.
Dengan menggunakan program tersebut, lanjut Ahok, warga Jakarta nantinya, bisa melakukan protes langsung ke petugas kebersihan.
Sehingga nantinya, tumpukan sampah di beberapa wilayah nantinya bisa berkurang.
"Kalau sekarang saya tanya orang Jakarta, masa yang bersihin ini siapa nomor telepon berapa? Enggak tahu. Tapi kalau nanti ditaruh di Smart City, orang akan tahu. Oh yang ngurus ini namanya Budi. HP-nya sekian," kata Ahok.
Orang Jakarta yang merasa tanah dan halamannya kotor, kata Ahok, akan telepon. Eh Budi kamu ke mana saja kok kotor? Ini idenya begitu. Makanya Ahok menghadirkan yang punya Smart City. Ahok ingin tambah satu menu. Menu petugas kebersihan sampah dan kelurahan ada di mana.
Pasalnya, selama ini para petugas kebersihan itu sudah diberi gaji yang cukup. Namun, sayangnya kinerja mereka masih dirasa kurang.
"Kami gaji orang sudah UMP mestinya 8 jam lho sehari. Ada nggak mereka kerja 8 jam? Jadi kenapa kontraktor bayar mereka di bawah sejuta? Karena kerjanya dibawah 8 jam. Kami naikkan gaji supaya kerjanya full, tapi dia nggak bisa kerja full karena nyambi. Kalau nyambi pecat, ganti yang bagus," kata Ahok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150525-ahok_20150525_192913.jpg)