Kartu Indonesia Sabar Jadi Cermin Kekecewaan Publik
Program kartu sakti yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi olok-olok dan memuncak dengan julukan Kartu Indonesia Sabar (KIS).
WARTA KOTA, PALMERAH -- Acara debat yang disiarkan TV One menjadi salah satu pusat perhatian dengan adanya istilah Kartu Indonesia Sabar (KIS) sebagai bentuk protes terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang memicu gelombang aksi mahasiswa di sejumlah wilayah.
Kartu sakti yang dibangga-banggakan oleh rezim Jokowi ini telah lama menjadi salah satu titik yang dinilai lemah karena cenderung merupakan kegiatan yang dianggap kurang dirasakan langsung manfaatnya oleh publik, yang tertekan oleh melambatnya sektor ekonomi, terpuruknya rupiah, dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Tidak aneh kalau kemudian, Kartu Indonesia Sabar itu menjadi trending topiq di Twitter, yang juga diwarnai dengan berbagai komentar pemilik akun Twitter di seluruh dunia, yang juga ditambah dengan hashtag terkait dengan nama Jokowi, yang cenderung menjadi olok-olok.
Sebenarnya, istilah Kartu Indonesia Sabar bukan hal baru dan selama ini telah menjadi salah satu amunisi yang digunakan untuk menyerang Jokowi dan kebijakan kartu saktinya.
Beberapa waktu lalu, media juga memberitakan kartu sakti tersebut, yang kemudian menginspirasi aksi unjuk rasa buruh untuk membagi-bagikan Kartu Indonesia Sabar, yang bermakna agar masyarakat terus bersabar untuk menghadapi berbagai kesulitan yang dialami.
Bahkan, di awal kekuasaannya, istilah Kartu Indonesia Sabar sudah popular di kalangan mereka yang tidak puas terhadap terpilihnya Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.
Ratusan pekerja yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh, menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, yang disampaikan Serambi Indonesia, beberapa waktu lalu.
Dalam aksi itu mucul salah satu peserta aksi mengenakan topeng Presiden Jokowi, dan membagi-bagikan “Kartu Indonesia Sabar” kepada peserta aksi dan warga yang melintas.
Peserta aksi yang bertopeng Presiden Indonesia itu memperkenalkan dirinya sebagai “Jokopi” sesuai dengan papan nama di lehernya.
Jokopi langsung membagi-bagikan ratusan Kartu Indonesia Sabar yang sekilas terlihat mirip dengan kartu Indonesia Sehat, dan Indonesia Pintar, program pemerintahan Jokowi-JK.
Pada Kartu Indonesia Sabar itu tertulis nama pemilik kartu, tempat tanggal lahir, nomor induk kartu, jenis kelamin dan alamat.
Sementara di bawahnya tertulis petunjuk penggunaan kartu yang bunyinya “Usapkan kartu ke dada sebanyak tiga kali apabila upah buruh tidak naik-naik, harga BBM naik, harga beras naik, dan jika perlu berobat”.
Pengamatan Serambi, aksi itu dimulai dengan berjalan kaki dan mendorong sepeda motor dari depan Masjid Raya Baiturrahman menuju Simpang Lima. Di Simpang Lima, peserta melakukan orasi bergantian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150514pencairan-dana-kartu-yang-dibagikan-jokowi-masih-menunggu-jadwal_20150514_134812.jpg)