Anggota DPRD DKI Dilaporkan Gelapkan Uang Rp 18 Miliar

Anggota Fraksi Hanura DPRD DKI, Wahyu Dewanto, dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan atas tuduhan penggelapan Rp 18 miliar.

Anggota DPRD DKI Dilaporkan Gelapkan Uang Rp 18 Miliar
Wartakotalive/Mohamad Yusuf
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari fraksi Hanura, Wahyu Dewanto 

WARTA KOTA, DEPOK— Dituding menggelapkan dana perusahaan patungan di bidang jasa perhotelan Rp 18 miliiar, anggota Fraksi Hanura DPRD DKI, Wahyu Dewanto, dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan. Wahyu dilaporkan rekan bisnisnya Andy Randy Rivai

Dalam laporan bernomor 537/K/III/2015/ tertanggal 26 Maret 2015, Wahyu dituduh menggelapkan dana perusahaan PT Tri Selaras Sapta (TSS) sebesar Rp 18 Miliar. PT TSS merupakan perusahaan patungan milik Wahyu dan Andy. Wahyu adalah direktur utama di perusahaan itu.

Andy menjelaskan konflik dirinya dengan Wahyu berawal pada 2 September 2013 lalu saat dirinya bersama Wahyu, Hamad Saleh dan I Wayan Putra, mereka membentuk usaha dibawah bendera PT Tri Selaras Sapta (TSS). Usaha ini bergerak dibidang jasa perhotelan.

"Saat itu kami sepakat menunjuk Wahyu sebagai Direktur Utama," kata Andy kepada Wartawan, Senin (25/5/2015).
Menurut Andy, masalah dimulai saat PT TSS berencana membangun hotel di Bali.

Untuk modal pembangunan, kata Andy, sebagai Dirut, Wahyu diberi kepercayaan untuk melakukan pinjaman ke Bank Mandiri dengan jaminan sertifikat tanah aset perusahaan yang berada di Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Dana untuk modal itu akhirnya cair Rp 18 miliar, dengan jaminan sertifikat tanah. Dari jumlah itu, 30 persen akan digunakan untuk membangun hotel di Bali," kata Andy.

Namun, kata Andy, tiba-tiba pada 18 Maret 2015, PT TSS, mendapat surat peringatan karena utang pinjamannya telah jatuh tempo.

Selain itu, pihak Bank Mandiri melihat rencana membangun hotel di Bali yang akan diberi nama Yello Echo Beach itu, ternyata tidak ada atau tidak dilakukan.

"Karena kejanggalan inilah, kami memutuskan melaporkan Wahyu ke pihak berwajib. Sampai saat ini sudah dua saksi dimintai keterangan untuk melengkapi barang bukti," kata Andy.

Sementara itu Wahyu saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Minggu (24/5/2015), membantah dirinya melakukan penggelapan uang perusahaan yang dipimpinnya.

"Ada-ada saja. Masak uangnya digelapin. Gak benar itu. Nanti kuasa hukum saya saja yang menjawab semuanya," kata Wahyu.

Menurut Wahyu pelaporan dirinya ke polisi adalah upaya pembunuhan karakter yang dilakukan sekelompok orang yang tidak menyukainya.
 

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved