Breaking News:

Wacana Lulus S1 Tak Perlu Skripsi

UNJ Tetap Jadikan Skripsi Syarat Kelulusan

Skripsi merupakan karya puncak mahasiswa yang telah menjalani kuliah selama empat tahun.

Kompasiana.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Wacana Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir untuk menjadikan skripsi sebagai syarat opsional untuk kelulusan mahasiswa strata satu mendapat tanggapan dari Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Djaali.

Menurut Djaali, saat ini UNJ masih menjadikan skripsi sebagai syarat kelulusan.

"Sekarang skripsi masih sebagai syarat wajib untuk kelulusan mahasiswa S1. Memang ada peraturan menterinya, tetapi, itu hanya boleh, bukan menghapus skripsi," kata Djaali ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (24/5) siang.

Djaali yang merupakan guru besar Fakultas Ekonomi itu menyebutkan, di UNJ, mahasiswa harus melalui skripsi untuk kelulusan.

Pasalnya, kata Djaali skripsi merupakan karya puncak mahasiswa yang telah menjalani kuliah selama empat tahun.

"Skripsi dikerjakan berdasarkan penelitian. Itu laporan penelitian yang harus dipertanggungjawabkan di depan dewan penguji," katanya.

Ia menyebutkan, jikalau memang peraturan itu ditetapkan dan ada kampus yang memberlakukannya, maka mahasiswa yang lulus tanpa skripsi dianggap lulus 'kelas dua'.

"Kenapa 'kelas dua'? Karena skripsi merupakan karya ilmiah yang dilihat dari mahasiswa yang lulus skripsi adalah mahasiswa tersebut memiliki kualitas dan kuantitas," jelasnya.

Meski begitu kekeuh dengan penggunaan skripsi, Djaali menyebutkan jikalau peraturan tersebut terbit, sebelum memutuskan bahwa penggunaan skripsi merupakan opsional, pihaknya akan membahas bersama dengan senat.

"Tentunya perlu pembahasan di senat. Karena kalaupun opsional tetap harus ditawarkan ke senat. Kami akan bahas di senat," terangnya.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved