Kamis, 30 April 2026

Pasien Korban Dokter Gadungan Harus Rekonstruksi Rp 100 Juta

Biaya perbaikan pasca bedah yang dilakukan dokter gadungan mencapai Rp 100 Juta

Tayang:
Warta Kota/Bintang Pradewo
Dokter kecantikan palsu yang ditangkap polisi. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Wakil Kepala ‎Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan, AKBP Surawan menuturkan korban dari dokter kecantikan gadungan, JS (34) harus mengeluarkan kocek hingga ratusan juta untuk memperbaiki wajah dan kelaminnya.

Hal ini sangat miris ketika mereka melakukan bedah plastik ilegal yang hanya dipatok uang sebesar puluhan juta rupiah.

"‎Biaya rekonstruksi (perbaikan) cukup mahal. Rekonstruksi korban bisa mencapai Rp 100 juta di Rumah Sakit. Padahal, pas bedah yang dilakukan JS hanya mencapai Rp 10 juta," kata Surawan saat dihubungi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2015).

Menurutnya, saat ini korban yang melaporkan tindakan kriminal wanita bertubuh gempal ke Mapolres Metro Jakarta Selatan sebanyak enam orang. Namun, berdasarkan penuturan tersangka ada lebih dari enam korban yang pernah dioperasi bedah oleh JS.

"Korban saat ini masih di RSPUN Cipto Mangunkusumo. Ada yang satu keluarga yaitu ayah, ibu dan putrinya," kata dia.

Surawan menjelaskan bahwa Jenny Benang memang tidak membuka tempat khusus p‎raktek bedah kecantikan. Sehingga, biasanya dilakukan di suatu kamar mandi sebuah mal.

Terbukti saat operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik Kriminal Khusus Polres Jakarta Selatan yang mendapati pelaku sedang operasi bedah di toilet Mal Semanggi, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

"Caranya memperdaya dengan menunjukan foto-foto wanita cantik. Dia bilang itu bekas dibedah oleh tersangka. Sehingga, para korban percaya," tuturnya.

Kebanyakan korban berusia diantara 31 tahun sampai 40 tahun. Cara kerja Jenny Benang adalah door to door dalam mempromosikan praktek bedah benang yang dimilikinya. Korban pun kebanyakan masyarakat umum dan bukan dari kalangan artis atau pejabat.

"Ini masih jadi pertanyaan. Kenapa korban mau Di toilet. Korban tanpa sadari tempat praktek, tahu murah, dan kepandaian merayu pelaku dalam menunjukan keahliannya. Sehingga, korban tertipu," tuturnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved