Siang Hari, Demo di depan Istana Merdeka Makin Ramai

Aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka makin ramai usai lewat tengah hari, Rabu (20/5/2015).

Siang Hari, Demo di depan Istana Merdeka Makin Ramai
Wartakotalive/Theo Yonathan Laturiuw
Orasi yang dilakukan oleh massa dari KMPI di depan Istana Presiden, Rabu (20/5/2015) 

WARTA KOTA, GAMBIR - Aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka makin ramai usai lewat tengah hari, Rabu (20/5/2015).

Namun massa datang dalam kelompok-kelompok berbeda dengan jumlah kecil. Tiap kelompok juga membawa isu berbeda. Sampai pukul 13.30, tercatat sudah ada empat kelompok yang berunjuk rasa dengan tema berbeda.

Sekitar pukul 11.00 massa dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) tiba. Menggunakan sebuah mobil berisi speaker dan massa yang kurang dari 30 orang.

Hanya sekitar setengah jam berorasi, massa GMBI membubarkan diri. Mereka berkoar soal menyelamatkan Kepolisian Indonesia.

Kemudian sekitar pukul 11.30, massa buruh datang dan berteriak soal kesejahteraan buruh. Jumlahnya kurang dari 30 orang.

Selanjutnya giliran mahasiswa dari Koalisi Pergerakan mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KPMPI) datang di depan Istana Negara.

Mereka berorasi soal menurunkan Jokowi, lalu menghapus sistem multi partai dan kembali ke sistem dwi partai, serta meminta format kembali sistem pendidikan nasional sesuai amanat pancasila, dan menurunkan harga BBM. Massa KPMPI kurang dari 15 orang.

Setelah itu giliran mahasiswa dari Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Bung Karno datang di depan Istana Negara. Mereka melakukan aksi teatrikan soal pentingnya persatuan.

Mahasiswa juga mengkritik soal politik Indonesia yang terpecah-pecah. Mereka datang mengenakan almamater UNiversitas Bung Karno dan jumlahnya mencapai 50 orang.

Namun, pantauan Wartakotalive.com, aksi massa tak sampai membuat polisi mematikan arus kendaraan di Jalan Medan Merdeka Utara. A

rus lalu lintas tetap dibiarkan berjalan. Sementara itu polisi meminta massa berorasi di pintu masuk menuju Monas, sehingga tak membuat arus lalu lintas terlalu terganggu

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved