Tanpa Sebab, Zainal Taher Diserang Orang Tidak Dikenal
Pria yang mengaku dekat dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menderita luka lebay dan gores pada bagian tangan serta tubuhnya.
WARTA KOTA, MENTENG - Zainal Tahir, penyebar foto mesum Abraham Samad dengan Feriyani Lim menjadi korban penyerangan seorang pria tidak dikenal di Kafe Phoenam pada Selasa (19/5).
Akibatnya, pria yang mengaku dekat dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menderita luka lebay dan gores pada bagian tangan serta tubuhnya.
Peristiwa penyerangan tersebut diungkapkan Kapolsek Menteng, Kompol Dedi Tabrani bermula saat Zainal hendak pulang dari kafe yang beralamat di Jalan Wahid Hasyim No.65, Menteng, Jakarta Pusat itu sekira pukul 14.00 WIB.
Sesampainya di area parkir yang terletak pada lantai basement gedung, tanpa sebab seorang pria yang diketahui bernama Didis mendatanginya dari arah belakang saat korban hendak membuka pintu mobil.
Berdasarkan keterangan korban, lanjutnya, pelaku yang diketahui seorang diri itu menendang korban hingga terjatuh dan mencoba menusukan sebuah obeng pipih ke arah tubuh korban.
Beruntung, korban yang tersadar lanjutnya berhasil mengelak dan menepis serangan pelaku.
Keributan pun terjadi sesaat hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan pihak petugas keamanan kafe.
"Setelah berhasil diamankan, korban kemudian melaporkan kejadian ke kantor (Mapolsek Menteng-red), selanjutnya pelaku kami jemput dan kami amankan," jelasnya kepada Warta Kota, Selasa (19/5).
Lebih lanjut diungkapkannya, walau pihaknya telah meminta keterangan korban, saksi serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dirinya mengaku belum dapat menyimpulkan motif penyerangan tersebut.
Hingga kini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku sekaligus mengumpulkan barang bukti diantaranya sebuah obeng pipih, dan hasil visum korban.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
"Dua orang saksi dimintai keterangan, sekuriti dan bagian enggineering. Korban juga sudah membuat laporan kepolisian. Mengenai motifnya masih diselidiki petugas," tutupnya. (dwi)