Sabtu, 11 April 2026

Tim Pendaki Wanita Indonesia Menggapai Puncak Elbrus

Setelah menggapai puncak Gunung Elbrus (5.642m), tim pendaki wanita Indonesia kini bersiap mendaki puncak Kilimanjaro (5.895m) di Afrika.

Mahitala Unpar
Tiga anggota tim WISSEMU mengibarkan Merah Putih di puncak Gunung Elbrus (5.642m), Rusia. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) akhirnya berhasil mencapai Puncak Elbrus pada Jumat, 15 Mei 2015 tepatnya pukul 12.35 waktu setempat atau 16.35 WIB.

“Cuaca sangat cerah, terima kasih ya atas doa temen-teman dan dukungannya,” tutur ketua tim Fransisca Dimitri Inkiriwang melalui sambungan telepon ke Sekretariat Mahitala Unpar di Bandung.

Dengan pencapaian ini Puncak Elbrus menadi puncak kedua yang berhasil digapai tim dalam ekspedisi wanita Indonesia menuju tujuh puncak tertinggi di tujuh benua setelah sebelumnya Puncak Carstensz Pyramid, Papua dikunjungi oleh tim Agustus lalu.

Gunung Elbrus ini dikenal dengan puncak kembarnya yang memiliki ketinggian diatas 5600 meter diatas permukaan laut (mdpl) dimana Puncak Barat (5642 mdpl) lebih tinggi ketimbang Puncak Timur (5621mdpl). Selain itu Gunung Elbrus juga memiliki dua jalur utama yaitu Jalur Utara dan Jalur Selatan. Tim WISSEMU sendiri mencapai Puncak Barat melalui Jalur Selatan setelah melalui summit attack selama 7 jam 35 menit.

Mahitala Unpar sendiri sudah dua kali mencapai Puncak Barat pada 17 Agustus 2009 dan 24 Agustus 2010 silam dimana yang terakhir termasuk dalam rangakaian Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU). Dua keberhasilan tersebut membuat ketiga perempuan pendaki ini semakin terbakar semangatnya.

Keberangkatan kali ini memiliki misi ganda, sebab setelah ini tim langsung bertolak menuju Arusha, Tanzania untuk mendaki Gunung Kilimanjaro yang adalah puncak tertinggi di Benua Afrika. Pendakian kali ini memang disengaja tanpa harus kembali dahulu ke Indonesia dengan harapan para pendaki perempuan ini akan semakin terbiasa dengan ketinggian.

Berangkat dari tanggal 8 Mei 2015 tim sampai di Moscow untuk kemudian berpindah ke Mineralnye Vody dua hari kemudian (10/5) via maskapai penerbangan lokal. Setelah tiga hari melakukan program aklimatisasi dan satu hari snow exercise untuk mempelajari penggunaan ice axe dan crampon akhirnya pendakian ke puncak (summit attack) dilakukan pada 15 Mei subuh.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved