Demonstrasi Ricuh Dipicu Rektor Hanya Lulusan SMA
Imbas demonstrasi terhadap Rektor Untag Jakarta yang ricuh, mahasiswa telantar tak bisa keluar masuk universitas.
WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Kericuhan mewarnai demontrasi di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Jakarta, Jalan Sunter Permai Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/05).
Imbas demonstrasi yang ricuh, mahasiswa telantar tak bisa keluar masuk universitas.
Hasil pengamatan Warta Kota, terlihat puluhan mahasiswa berdiri di teriknya matahari, tepat di depan pagar oranye tersebut. Di depan pagar sudah berkerumun pihak kepolisian dan beberapa warga yang melakukan aksi tersebut.
Beberapa mahasiswa ada yang berteriak untuk menyudahi aksi demo itu. Sedangkan terlihat mahasiswa yang berada di dalam pagar atau halaman parkir motor, juga tak bisa keluar dari pagar yang sudah terkunci rapat itu.
"Udahan dong. Kami mau kuliah. Gimana mau masuk ini pak. Tolong dong," ucap salah seorang mahasiswa di luar kampus.
Sahutan mahasiswa itu pun disambut suara ketus oleh pria berkulit hitam yang diketahui bernama Firdaus.
Firdaus membentak ke seluruh mahasiswa baik di dalam dan di luar untuk segera mengundurkan diri.
"Hei mahasiswa! Dengar kalian. Ketua Yayasan kalian sekarang itu lulusan SMA. Bukan perguruan tinggi! Kalian lulus di sini kasih ijazah palsu! Dobrak pagarnya! Dobrak!" teriak pria tersebut.
Pihak kepolisian pun berupaya menenangkan para pelaku aksi tersebut.
Nampak akan kejadian itu, para mahasiswa yang ingin masuk ke kampus tengah duduk di trotoar, di warung, lantaran tidak bisa masuk.
Belum diketahui apa penyebab kericuhan ini. Namun, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengamanan. (Panji Baskhara Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/untag_20150518_131237.jpg)