Breaking News:

Wartawan AS Tuding Obama Bohong Soal Kematian Osama Bin Laden

Serangan Amerika Serikat yang menewaskan pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden bukan merupakan aksi rahasia penuh risiko.

bbc.co.uk
Osama Bin Laden 

WARTA KOTA, LONDON— Serangan Amerika Serikat yang menewaskan pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden bukan merupakan aksi rahasia penuh risiko – melainkan sebuah operasi gabungan antara intel militer AS dan Pakistan, kata wartawan investigasi AS.

Dalam artikel berjudul The Killing of Osama bin Laden, penulis pemenang Pulitzer Prize, Seymour Hersh, menyebutkan bahwa sejak tahun 2006 Bin Laden berada di bawah kendali Pakistan dan disembunyikan di Abbottabad dengan bantuan keuangan Arab Saudi.

Tudingan itu menuai protes dari banyak kalangan di AS dan Pakistan yang menuding penjelasan Hersh tidak dilandasi bukti yang cukup dan mengambil kesimpulan-kesimpulan yang meragukan.

“Anggapan bahwa serangan yang menewaskan Osama Bin Laden bukan merupakan misi sepihak Amerika Serikat sepenuhnya salah,” kata juru bicara Gedung Putih, Ned Price, yang menambahkan bahwa artikel Hersh “tidak akurat dan dibumbui pernyataan tak berdasar”.

Hersh mengatakan pejabat-pejabat tingkat tinggi di Pakistan setuju mengijinkan AS melakukan serangan di Abbotabad setelah AS menemukan keberadaan Bin Laden melalui seorang sumber dari intel Pakistan, bukan melalui interogasi tahanan al-Qaeda dan investigasi mendalam terhadap seorang kurir Bin Laden seperti disebutkan dalam keterangan resmi pemerintah AS.

Pakistan kemudian membolehkan AS memantau rumah Bin Laden di Abbotabad, memperoleh bukti DNA yang mengonfirmasi identitas Bin Laden, hingga menyediakan agen Pakistan untuk membantu memandu operasi tersebut.

Sebagai imbalan, AS harus melanjutkan bantuan finansial kepada dinas intelijen Pakistan dan para pemimpinnya.

Cerita karangan

Seperti diatur dalam perjanjian tersebut, menurut Hersh, AS akan menunda pengumuman kematian Bin Laden selama seminggu dan mengatakan dia tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Afghanistan.

Namun, kata Hersh, Obama mengingkari perjanjian itu setelah sebuah helikopter AS jatuh pada saat serangan itu terjadi dan Gedung Putih khawatir tidak bisa membendung tersebarnya kabar mengenai insiden itu.

Jadi malam itu, Obama mengumumkan bahwa pasukan khusus Angkatan Laut AS melakukan serangan setelah berbulan-bulan mengumpulkan informasi intel rahasia, tanpa sepengetahuan militer Pakistan, dan diakhiri dengan baku tembak yang berujung pada kematian Bin Laden.

“Cerita dari Gedung Putih seperti karangan Lewis Carrol,” tulis Hersh di edisi terbaru London Review of Books, merujuk pada penulis buku Alice in Wonderland.

Artikel Hersh diakhiri dengan hujatan kepada kebijakan luar negeri Obama secara keseluruhan.

“Pembohongan tingkat tinggi tetap masih menjadi modus operandi kebijakan AS, seperti penjara-penjara rahasia, serangan pesawat tanpa awak, razia pasukan khusus, melangkahi rantai komando dan membungkam mereka yang berani menentang,” tulisnya. (bbc.co.uk)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved