Anggota TNI Tewas, Polisi Periksa 3 Saksi
Kita masih melakukan penyelidikan, motif sementara karena keduanya terlibat keributan. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada motif lain, katanya
Penulis: |
WARTA KOTA, BOGOR - Penyidik Satuan Reskrim Polres Bogor sudah memeriksa 3 saksi terkait tewasnya anggota TNI Serda Bambang Wahyudi, Senin (11/5) dinihari.
Bambang tewas akibat ditusuk salah seorang pengunjung kafe.
Peristiwa itu terjadi di depan kafe shanghai, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Faisal Pasaribu mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, korban tewas setelah terlibat perkelahian satu lawan satu dengan pelaku.
Polisi sudah menangkap Daniel alias Danjer, pelaku penusukan korban.
"Selain menyita barang bukti pisau dan botol, lokasi kejadian juga dipasang garis polisi," katanya.
Faisal mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap tiga saksi, korban tewas akibat ditusuk oleh pelaku."Saksi bilang, pelakunya hanya satu," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota TNI dari salah satu kesatuan di Cilodong, Depok, tewas ditusuk seorang pengunjung kafe di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (11/5) dinihari.
Korban, Serda Bambang Wahyudi tewas dengan luka tusukan di bagian dada.
Pelaku penusukan Daniel alias Danjer (30) berhasil ditangkap petugas di lokasi kejadian.
Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto menjelaskan, peristiwa ini berawal saat pelaku menegur korban yang saat itu sedang berada di luar kafe.
Teguran tersebut memicu adu mulut dan perkelahian antara pelaku dan korban.
"Pelaku yang membawa senjata tajam kemudian menusuk korban. Dalam keributan itu, korban sempat melawan menggunakan botol," ujar Kapolres Bogor.
Polisi yang mendapatkan informasi keributan di kafe tersebut langsung mengamankan pelaku dan menyita barang bukti sebuah pisau.
Sedangkan korban dilarikan ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan penanganan medis, tapi nyawanya tidak tertolong.
"Kejadiannya di depan kafe Shanghai, dekat Carefour, Cibinong. Kita masih melakukan penyelidikan, motif sementara karena keduanya terlibat keributan. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada motif lain," kata Suyudi.