Razia Preman, Pak Ogah: Saya Cuma Ingin Membantu Polisi

Saya hanya ingin membuat jalan itu lancar dan tidak macet, tapi malah ditangkap, katanya.

Razia Preman, Pak Ogah: Saya Cuma Ingin Membantu Polisi
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Puluhan preman yang terjading di Bogor, Minggu (10/5). 

WARTA KOTA, BOGOR - Stevanus (18), pemuda yang berprofesi sebagai 'pak ogah' di Simpang Cibinong, Kabupaten Bogor mengaku hanya ingin membantu polisi mengatur lalu lintas.

Namun, ternyata Minggu (10/5) di malah diamankan polisi dan digelandang ke Polres Bogor karena terjaring razia preman.

"Saya hanya ingin membuat jalan itu lancar dan tidak macet, tapi malah ditangkap. Saya tidak pernah minta uang, apalagi maksa. Kalau dikasih ya bersyukur kalau tidak juga tidak apa apa," katanya di Mapolres Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya menghimbau kepada masyarakat jika melihat aksi premanisme untuk segera melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Kita juga akan mencatat dan mewaspadai orang-orang yang memiliki track record kejahatan. Jika tertangkap lagi akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Menurut Suyudi, kegiatan ini tidak sampai di sini saja, pihaknya akan terus memberantas premanisme di wilayah Bogor. Aksi premanisme kata Suyudi memang meresahkan masyarakat.

"Tidak perlu khawatir, anda bisa melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian atau SPK. SPK sendiri ada di Polres atau Polsek yang ada di seluruh Indonesia," katanya.

Kapolres meminta warga Bogor untuk bisa ikut berperan aktif menjaga Kamtibmas di wilayah Bogor. Setidaknya, memberikan informasi kepada polisi.

Bukan hanya premanisme saja, tapi termasuk peradaran minuman keras, narkoba, judi atau geng motor yang melakukan balapan liar.

Seperti diberitakan, sebanyak 79 orang yang diduga preman terjaring razia yang digelar petugas Polres Bogor.

Puluhan orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu terjaring di sejumlah ruas jalan dan persimpangan di wilayah Kabupaten Bogor.

Para preman itu dikumpulkan di Mapolres Bogor untuk didata dan mendapatkan pembinaan.

Selain didata, para preman tersebut juga dihukum push up dan scout jump.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved