Kamis, 23 April 2026

Bencana Alam

Korban Bencana Tanah Longsor Sudah 74 Orang Tewas

Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana mencatat sepanjang 2015 ini atau sampai awal Mei tahun ini, ada 251 bencana tanah longsor yang terjadi

Penulis: Budi Sam Law Malau |

WARTA KOTA, DEPOK - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang 2015 ini atau sampai awal Mei tahun ini, ada 251 bencana tanah longsor yang terjadi di Indonesia.

Dari 251 peristiwa tanah longsor itu memakan 74 korban jiwa.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepad wartawan, Minggu (10/5).

Menurut Sutopo angka yang terjadi di 2015 ini tidak berbeda jauh dengan 2014 lalu. Hal ini katanya membuktikan bahwa bencana tanah longsor di Indonesia sangat rentan terjadi.

Ia menuturkan pada 2014 ada sekitar 600 kejadian longsor dengan 372 orang tewas.

"Kejadian longsor seringkali jarang menjadi pembelajaran di masa berikutnya. Saat terjadi bencana semua sibuk. Namun selesai tanggap darurat, semuanya lupa untuk memperbaiki agar longsor tidak berulang kembali," kata Sutopo.

Akhirnya, kata dia, longsor menjadi bencana yang paling mematikan selama tahun 2014 dan 2015 ini. "Angka yang kami itu sudah membuktikannya," kata dia.

Sutopo menjelaskan bencana longsor di Pangalengan Kabupaten Bandung pada Selasa (5/5/2015) lalu mirip dengan longsor di Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung pada (23/2/2010).

"Keduanya sama-sama berada di perkebunan teh yang menimbun rumah pekerja kebun teh. Hujan menyebabkan retakan di punggung bukit, kemudian longsor meluncur ke bawah menghantam permukiman sejauh sekitar 1,2 km dengan lebar timbunan longsor 300 meter dan tebal 4 meter," paparnya.

Menurutnya jenis tanah sama yaitu vulkanik dengan solum tebal, telah lapukan, dan di bagian bawah kontak dengan lapisan batuan dasar sebagai bidang gelincir longsor.

"Bedanya longsor Pangalengan disertai dengan ledakan pipa panas bumi, sedangkan di Ciwidey tidak ada kaitan dengan pipa panas bumi. Korban longsor Ciwidey 33 orang tewas, 11 orang tertimbun, 2 orang terluka, dan 200 orang mengungsi," katanya.

Sedangkan longsor di Pangalengan hingga Minggu (10/5), menurut Sutopi, tercatat 6 orang tewas, 3 orang masih tertimbun, 6 luka berat, 7 luka ringan dan 170 orang mengungsi.

Sebelumnya Kepala BNPB, Syamsul Maarif, mengatakan sekitar 50 persen wilayah di Jawa Barat adalah rawan longsor tinggi. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor harus dilatih melalui pembentukan kelompok siaga bencana.

Sebanyak 32 unit rumah di Kampung Cibitung, Kecamatan Pangalengan yang saat ini sebagian terkena longsor harus direlokasi ditempat yang aman. Pemda perlu mereview Rencana Tata Ruang Wilayahnya.

Dunia usaha, seperti PT Star Energy dan PTPN juga melakukan mitigasi bencana dengan memasang EWS longsor dan melakukan mitigasi bencana.(bum)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved