Breaking News:

Pemimpin Al Qaeda Tewas di Yaman

Seorang pemimpin al-Qaeda di Semenanjung Arab Nasser al-Ansi dilaporkan tewas dalam serangan udara AS di Yaman.

bbc.co.uk
Nasser al-Ansi pernah muncul dalam sejumlah video yang dirilis al-Qaeda Semenanjung Arab. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Seorang pemimpin al-Qaeda di Semenanjung Arab Nasser al-Ansi dilaporkan tewas dalam serangan udara AS di Yaman.

Organisasi pemantau militan berbasis di AS, Site Intelligence, mengutip sebuah pernyataan al-Qaeda di Semenanjung Arab mengatakan Ansi tewas pada April lalu di kota pelabuhan Mukalla.

Belum ada konfirmasi dari AS mengenai tewasnya Ansi. Dia merupakan pemimpin al-Qaeda yang pernah muncul dalam sejumlah video al-Qaeda di Semenanjung Arab.

Dalam salah satu video, dia mengklaim kelompok itu berada dibalik serangan kantor majalah satir Prancis Charlie Hebdo pada Januari lalu, yang menewaskan 12 orang.

Site juga mengatakan Ansi muncul dalam sebuah video yang mengklaim al-Qaeda di Semenanjung Arab menahan wartawan Amerika Luke Somers yang kemudian dibunuh.

Somers, dan guru asal Afrika Selatan Pierre Korkie, tewas oleh militan al-Qaeda di Yaman pada Desember lalu.

Mereka tewas dalam sebuah upaya penyelamatan yang gagal oleh pasukan khusus AS dan Yaman.

Site mengatakan putra tertua Ansi dan pejuang lainnya tewas dalam serangan udara di Mukalla.

Al-Qaeda menguasai Mukalla, ibukota provinsi Hadramaut, pada awal April, termasuk sebuah basis tentara di dekat kota tersebut. Puluhan anggota al-Qaeda di Semenanjung Arab kemudian dibebaskan dari penjara di kota itu.

Tetapi hanya dalam tiga hari, sebagian besar pasukan al-Qaeda dipaksa keluar dari kota pelabuhan tersebut oleh suku lokal.

Dalam sebuah video, Ansi menyerukan kepada Muslim Sunni untuk menyerang pasukan Houthi yang mengambil alih sebagian besar wilayah Yaman pada September lalu.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah mengambil alih serangan udara melawan Houthi selama enam pekan.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan AS Ash Carter mengatakan al-Qaeda di Semenanjung Arab "meraih kemenangan dalam perang darat" di Yaman karena situasi keamanan yang tidak stabil di negara tersebut. (bbc.co.uk)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved