Breaking News:

Mahasiswa Tewas di Danau UI

Ya Allah, Ada Zat Perusak Syaraf di Tubuh Akseyna

Polisi belum bisa menyimpulkan Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia itu dibunuh atau bunuh diri.

depoklik.com
Akseyna Ahad Dori. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Penyebab kematian Akseyna Ahad Dori (18) masih misteri. Polisi belum bisa menyimpulkan Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia itu dibunuh atau bunuh diri.

Tapi kini beredar kabar bahwa saat otopsi jenazah Akseyna, dokter forensik menemukan zat tak berbau dan tak berwarna dalam darah Jenazah Akseyna Ahad Dori (18).

Zat itu bisa merusak syaraf dalam tubuh. Sehingga dapat menyebabkan seseorang koma akibat kerusakan syaraf.

Kabar soal ini beredar di kalangan wartawan beberapa hari lalu. Namun, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, mengaku belum tahu soal informasi itu saat dikonfirmasi.

"Saya belum dapat informasinya itu," ucap Musyafak ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (7/5/2015).

Tapi, kata Musyafak, soal apa saja yang terkandung di darah Akseyna memang sudah pasti diperiksa oleh dokter saat otopsi jenazah. Sebab itu salah satu bagian dari otopsi.

Sebelumnya, penemuan jenazah Akseyna mengambang di Danau Kenanga UI dengan memakai tas berisi enam batu bata seberat 14 kilogram pada Kamis (26/3/2015) jadi misteri. Penyebabnya polisi menemukan dua petunjuk sekaligus soal sebab kematiannya, yakni dibunuh atau bunuh diri.

Tapi polisi tak memiliki cukup saksi maupun alat bukti yang bisa langsung menunjuk sebab kematian Akseyna. Sehingga kesimpulan penyebab kematian perlu dijawab lewat hasil otopsi, analisa tulisan dan tanda tangan di surat wasiat, serta bukti-bukti lain.

Kematian Akseyna mengarah ke pembunuhan lantaran ada fakta-fakta berikut ini, antara lain ada enam batu bata seberat 14 kilogram di tas yang ditemukan bersama jenazah Akseyna.

Kemudian dokter forensik di RS Polri Kramat Djati menemukan jejak benturan di beberapa bagian tubuh Akseyna. Lalu diketahui Akseyna masih hidup saat tenggelam. Terlihat dari paru-parunya yang berair, berarti dia bernafas saat tenggelam. Tapi dokter tak dapat mengetahui apakah Akseyna dalam kondisi sadar atau pingsan saat tenggelam. Kabiddokes Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak yang mengungkapkan hal ini kepada Wartakotalive.com, pertengahan April 2015 lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved