Siswa SMAN 3 Jakarta Buat Film tentang PRT dan Diputar di Bioskop

Siswa SMAN 3 Jakarta membuat film bertemakan pekerja rumah tangga (PRT) dan akan diputar di bioskop-bioskop.

Siswa SMAN 3 Jakarta Buat Film tentang PRT dan Diputar di Bioskop
Agustin Setyo Wardani
SMAN 3 Jakarta 

WARTA KOTA, SETIABUDI-Maraknya kasus bullying dari senior ke junior di SMAn 3 Jakarta membuat sekolah ini dianggap sekolah yang terkenal dengan bullying. Padahal, seperti sekolah lain, SMAn 3 yang terletak di Jalan Setiabudi Jakarta Selatan ini juga berusaha menunjukkan eksistensi prestasinya.

Salah satunya dengan membuat film bertemakan pekerja rumah tangga (PRT). Program dari lembaga tenaga kerja milik PBB, ILO, ini fokus pada promosi kerja layak PRT dan penghapusan PRT usia anak.

Tujuannya, untuk mempromosikan kepada teman sebaya siswa, bahwa seperti pekerjaan lain, PRT juga memiliki hak untuk libur, beristirahat, dan lain-lain.

Di SMAN 3 Jakarta melalui ekstrakurikuler Cinema 3 yang baru berjalan selama 3 bulan, tiga orang anggotanya sudah berhasil membuat film berdurasi kurang dari 15 menit yang bercerita tentang PRT.

Film tersebut merupakan sebuah film dokumenter berjudul 'Teman Sebaya' yang mengisahkan persahabatan antara Via, siswa SMA di Jakarta, dengan Mbak Ela, seorang PRT yang usianya sebaya dengan Via.

Dalam film dokumenter tersebut, ketiga sineas remaja itu menceritakan bagaimana seorang PRT juga perlu diberikan hak-haknya. Di antaranya adalah pendidikan, kasih sayang, dan juga ruang bermain.

Di film tersebut, diceritakan Via dan Mbak Lia bersahabat sejak kecil. Hampir semua kegiatan Via selalu dilakukan bersama Mbak Lia mulai dari membangunkan Via setiap pagi, membantu merapikan rambut Via, hingga makan bersama. Via juga terlihat menyayangi pembantunya tersebut. Ia berharap, dengan pendidikan yang didapatkan Mbak Ela, masa depan Mbak Ela menjadi lebih baik.

Sementara, sebagai sahabat, Mbak Ela juga menyayangi Via dan mengharapkan agar Via bisa menjadi anak yang baik bagi kedua orangrtuanya. "Pesan untuk Via, semoga selalu bisa membanggakan orangtua, karena ayah dan ibu kamu adalah yang terbaik di dunia," begitu ucapan Mbak Ela dalam film dokumenter tersebut.

Tidak hanya itu, para pembuat film ini juga terlihat bisa membuat penonton yang menyaksikan film terharu ketika adegan Mbak Ela mengungkapkan rasa terima kasihnya karena kedua orangtua Via bukan hanya memberikan pekerjaan, tetapi juga memperhatikan selayaknya saudara sendiri. "Kalau Ela belum pulang dicariin, Ela jadi berpikir, mungkin ini rasanya kalau saya punya orangtua sendiri," ucap Ela sembari menangis.

Ketiga pembuat film remaja tersebut adalah Arvin (16) yang bertugas sebagai juru kamera, Fadhel (17) sebagai sutradara, dan Nadhif (17) bertugas sebagai audio dan story line. Ketiganya merupakan siswa kelas XI IPA F SMAN 3 Jakarta. Lantaran memang hobi membuat film, siswa yang mengaku mendapat dukungan dari orangtua ini juga merupakan penggagas dari ekskul Cinema 3 yang kini sudah beranggotakan 30 orang siswa.

Halaman
12
Tags
SMAN 3
film
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved