Ketika Pungli Bermain, PKL pun Menguasai Lahannya

Ratusan PKL di Kawasan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, kian marak berjualan di bahu jalan dan di atas saluran air

Ketika Pungli Bermain, PKL pun Menguasai Lahannya
Panji Baskhara Ramadhan
Ratusan PKL dan pedagang pakaian bekas marak berdagang di atas saluran air di Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Senin (4/5/2015) 

WARTA KOTA, KOJA - Ratusan PKL di Kawasan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, kian marak berjualan di bahu jalan dan di atas saluran air, Senin (4/5/2015).

Bebasnya mereka berdagang, diduga adanya pungutan liar yang dilakukan oknum RT RW setempat.

Ratusan PKL yang rata-rata berdagang pakaian bekas, baru, batu akik, bahkan peralatan perkakas bebas berjualan di Kawasan Rawa Badak Utara. PKL marak tepat di Jalan Mawar, Jalan Cempaka, Jalan Anggrek, dan Jalan Yos Sudarso Lorong 103.

Permukaan saluran air tertutup papan-papan kayu. Mereka berjualan tak jauh dari Pos Keamanan Terpadu RW 12 dan Sekretariat RW 12 Rawa Badak Utara.

Tak terlihat satupun petugas penertiban, untuk berupaya menertibkan para PKL yang sudah jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) no 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Salah seorang pedagang pakaian dalam, Hendiarto (30) mengaku tak ada masalah selama ia berjualan selama 10 tahun. Ia pun juga tak tahu, apabila berdagang di atas saluran air dilarang keras oleh pemerintah.

"Saya nggak tahu. Habisnya aman-aman saja. Kan saya udah sepuluh tahunan di sini. Ya kan kami di sini juga bayar Rp 7000 per-hari," katanya kepada Wartakotalive.

Saat ditanyai kembali siapa gerangan oknum yang memungut biaya pungutan liar itu, pria berambut cat pirang ini mengakui ada beberapa petugas dari oknum RT RW setempat.

"Ya ada yang mungutin, maksud saya nagihin. Orang RW sini juga kok," katanya yang berdagang dekat Kawasan Jalan Anggrek.

Ketua RW 12 Sehat Nugroho (60) berdalih, pungutan tersebut hanyalah biaya sukarela untuk petugas kebersihan. "Bukan saya itu mah. Kami di sini cuma meminta uang sukarela untuk petugas kebersihan. Ya sekiranya paling  Rp 2.000 saja," katanya di Kantor Sekretarian RW 12 Rawa Badak Utara.

Sehat mengatakan, adanya dugaan pungutan liar diketahui merupakan biaya sewa yang dilaksanakan oleh pihak Koperasi Usaha Mikro Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara.

"Mungkin pak, itu (PKL) dikelola oleh KUMKMP Jakut pak. Jadi kan untuk di Jalan Cempaka ini, itu binaan KUMKMP semua," jelasnya.

Namun, pernyataan Sehat dibantah langsung oleh Kepala Suku Dinas (Kasudin) KUMKMP Kota Administrasi Jakarta Utara, Rosita Tambunan. Rosita mengaku, pihaknya hanya membina para pedagang buah yang ada di Jalan Cempaka.

"Weh? Enak aja. Kata siapa itu PKL pakaian bekas binaan saya. Binaan saya itu pedagang buah yang ada di Jalan Cempaka. Saya lupa jumlahnya, cuman saya tegaskan saya hanya membina pedagang buah di Jalan Cempaka," terangnya.

Rosita menduga, adanya oknum-oknum terkait yang berani melakukan pungutan liar ke para PKL tersebut. "Makanya merasa aman dan nyaman mereka berjualan. Ini harus diselidiki pastinya. Saya kembali tegaskan, saya gak membina pedagang pakaian bekas dan lainnya terkecuali buah," ucapnya tegas saat dihubungi Warta Kota via media sosial. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved