Kenapa Nggak Dicegat Polisi yang Kawal Lamborghini Tanpa Plat
Sebanyak sembilan mobil Lamborghini yang kebanyakan mempunyai tipe Aventador itu dikawal satu buah mobil kepolisian
WARTA KOTA, SEMANGGI - Suara gemuruh mobil balap, Lamborghini sudah terdengar di halaman valet parkir Bengkel Cafe, Sudirman Central Business District (SCBD), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/5) sekitar pukul 07.00.
Mobil mewah yang mempunyai harga sekitar Rp 6,5 miliar itu sedang bersiap untuk mengadakan konvoi ke arah Tangerang Selatan untuk menghadiri suatu acara.
Satu per satu mobil yang hanya memiliki dua pintu itu keluar dari kawasan SCBD menuju pintu tol dalam kota atau tepatnya di depan Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat (MPR/DPR) Republik Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sebanyak sembilan mobil Lamborghini yang kebanyakan mempunyai tipe Lamborghini Aventador itu dikawal satu buah mobil kepolisian dengan nomor 1525-15.
Baca Juga: PHOTO BREAKING NEWS: Lamborghini Tanpa Plat Nomor Dikawal Polisi
Rombongan sudah mulai memasuki pintu tol dalam kota pada pukul 08.00 . Dengan menyalakan lampu, suara mesin Lamborghini sudah mulai terdengar di SCBD.
Iring-iringan itu membuat perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Suara mobil balap sangat terdengar ketika mobil-mobil itu melaju seperti di sebuah sirkuit balap.
Diperkirakan kencangnya mobil saat melintasi tol dalam kota itu sekitar 100 kilometer per jam.

Iring-iringan Lamborghini yang dikawal polisi. (Foto: Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Untuk urutan mobil itu terdiri dari mobil polisi, mobil Lamborghini berwarna hijau stabilo, Lamborghini Abu-abu, Lamborghini hitam, Lamborghini silver, Lamborghini putih, Lamborghini biru, Lamborghini putih, Lamborghini ungu dan Lamborghini kuning.
Hanya terlihat dua Lamborghini yang menggunakan plat nomor kendaraan di depan mobil yaitu Lamborghini hitam dengan nomor polisi B 1 HKD dan Lamborghini kuning dengan plat nomor stiker dengan nomor polisi B 900 MC. Sementara tujuh mobil lainnya hanya menggunakan plat nomor belakang.
Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono menuturkan bahwa pengawalan iring-iringan Lamborghini bukan dari Polda Metro Jaya. Melainkan dari pihak Lantas Mabes Polri.
"Itu yang kawal bukan dari Polda Metro, tapi dari Korlantas Mabes Polri. Silahkan ditanyakan kesana," kata Hindarsono saat dihubungi Wartakotalive, Minggu (3/5/2015).
Menurutnya, seharusnya pengawal kepolisian dicegat untuk mengetahui alasan mengapa mengawal konvoi Lamborghini itu.
Pasalnya, ada tujuh Lamborghini yang tidak menggunakan pelat nomor depan. Hal itu menyalahi aturan lalu lintas.
"Kenapa tidak dicegat aja yang kawal. Seharusnya tanyakan yang kawal dong," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150504-lamborghini-tanpa-plat-melintasi-tol-dalam-kota1_20150504_023054.jpg)