Kejari Bidik Dugaan Korupsi di Bimasda Depok yang Mencapai Rp 2 Miliar

dugaan korupsi yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok dalam pembelian lahan 4000 m2 merugikan negara Rp 2 miliar.

Kejari Bidik Dugaan Korupsi di Bimasda Depok yang Mencapai Rp 2 Miliar
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Ilustrasi pemberantasan korupsi. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok menilai, dugaan korupsi yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok dalam pembelian lahan 4000 m2 di Kampung Serab, Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok 2013 lalu, merugikan keuangan negara mencapai Rp 2 Miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Depok, Andarias, menjelaskan bahwa harga lahan yang ditentukan oleh Bimasda Depok, untuk pembelian lahan guna pembangunan gedung sarana dan prasarana infrastruktur adalah Rp 2 Juta per meternya.

Padahal, kata Andarias, harga lahan di Jalan KSU, Kampung Serab, RT 5 RW 3, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya yang dibeli Bimasda Depok harga pasarannya tidak sampai Rp 1 Juta permeter.

"Atau paling mahal ya Rp 1 Juta meter persegi. Tapi ini dalam dokumen tertulis dibeli Rp 2 Juta permeternya," kata Andarias.

Karenanya, kata Andarias, dengan sudah dibelinya 2.871 m2 lahan dari rencana 4000 m2 lahan yang akan dibebaskan, maka ada kerugian negara mencapai Rp 2 Miliar lebih.

"Sekitar segitu kerugian negara saat ini dalam hitungan kami," katanya.

Sementara 1.129 m2 lahan lainnya belum dibebaskan karena ada temuan penggelembungan dana dalam kasus ini oleh Kejari Depok.

"Jadi, saat ini, terhenti," katanya.

Andarias menyebutkan dalam menyelidiki kasus ini pihaknya melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat untuk mendalaminya.

Menurutnya, sejumlah dokumen yang disita terkait kasus ini termasuk dokumen yang disita dalam penggeledahan di Kantor Bimasda Depok, Rabu (15/4/2015) lalu, telah diserahkan pihaknya ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved