Apartemen di Depok Jadi Sarang Prostitusi

Belasan tower dan superblok yang kini mengepung Jalan Margonda Raya, Kota Depok ternyata diketahui menjadi sarang prostitusi terselubung.

Apartemen di Depok Jadi Sarang Prostitusi
KOMPAS.COM / SHUTTERSTOCK
Apartemen 

WARTA KOTA, DEPOK - Belasan tower dan superblok yang kini mengepung Jalan Margonda Raya, Kota Depok ternyata diketahui menjadi sarang prostitusi terselubung.

Bukan hanya apartemen, prostitusi juga disinyalir terjadi di sejumlah tempat kos di Depok.

Hal itu dikatakan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok Habib Idrus Al Gadri kepada wartawan, Kamis (30/4).

Menurutnya dari hasil investigasi pihaknya selama beberapa bulan terakhir dipastikan sejumlah apartemen di Kota Depok menjadi sarang prostitusi terselubung.

"Hasil investigasi yang kita lakukan, sebagian besar apartemen di Depok disalahgunakan jadi tempat prostitusi. Disana bukan kumpul kebo lagi tapi kumpul sapi. Ya gonta- ganti pasangan," katanya.

Menurutnya hasil investigas FPI Depok juga menemukan beberapa tempat kos yang dijadikan tempat prostitusi seperti yang terjadi di apartemen.

Karenanya kata Habib, ia meminta aparat terkait yakni Satpol PP Kota Depok untuk bertindak dengan melakukan razia.

Jika tidak, Habib mengancam akan mengerahkan massanya melakukan sweeping.

"Kami minta Satol PP Depok bertindak tegas. Walau memang harapan mereka bertindak memang tipis. Kami sudah beberapa kali menyurati Walikota Depok, namun beliau tak peduli," kata Habib.

Menurutnya jika dalam beberapa pekan, Satpol PP belum ada tindakan maka pihaknya akan mempertimbangkan melakukan sweeping.

"Kita akan pertimbangkan untuk melakukan aksi sweeping jika aparat tidak bertindak. Tuntutan kami jelas, agar semua pihak terkait cepat bersikap, sebelum FPI bertindak. Sebab kesabaran orang kan ada batasnya. Kita enggak bergerak dulu karena kita percaya dengan kinerja aparat. Namun jika tidak juga, maka sangat mungkin kami yang bergerak," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved