Breaking News:

Tiga Kardus Barang Peninggalan Terpidana Mati Zainal Abidin

Jam tangan diberikan kepada anak-anaknya. Baju kepada temannya dan anaknya juga. Perabot masak kepada juru masak di sana (Lapas)

Editor:
tribunjateng/abdul arief
BAWA PULANG- Adik bungsu terpidana mati Zainal Abidin, Iwan Setiawan membawa pulang barang-barang milik Zainal, Selasa 28 April 2015. 

NUSAKAMBANGAN, WARTA KOTA -- Keluarga terpidana mati Zainal Abidin membawa pulang barang-barang milik Zainal selama tinggal di Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Selasa (28/4/2015).

Barang-barang tersebut dikemas dalam tiga kardus. Dua kardus mie instan dan satu lagi kardus air mineral berisi pakaian. Sementara satu lagi tas jinjing berisi barang pribadi lainnya dibawa oleh kuasa hukum Zainal, Ade Yuliawan.

"Barang sudah dititipkan kepada kami untuk diserahkan kepada temannya. Ada juga untuk anak-anaknya," kata Ade seusai membesuk Zainal untuk yang terakhir kalinya, Selasa (28/4/2015).

Dia mengungkapkan, barang-barang milik Zainal tersebut sudah dialamatkan kepada orang-orang yang dikehendaki Zainal. Pada kemasan barang sudah tertera nama yang akan menerima.

"Jam tangan diberikan kepada anak-anaknya. Baju kepada temannya dan anaknya juga. Perabot masak kepada juru masak di sana (Lapas). Tempat tidur dan kipas angin juga kepada temannya," kata Ade.

Ade mengatakan, puas tak puas menerima keputusan pelaksanaan eksekusi mati. Dia menyebutkan, semua tak puas karena ingin melaksanakan upaya hukum, tapi sudah final.

"Saya kira itu wajar. Tapi untuk klien saya PK ditolak kemarin. 24 jam kemudian dieksekusi," katanya.

Seperti diketahui, terpidana mati Zainal Abidin tak bisa mengajukan peninjauan kembali (PK).

"Dengan demikian tugas saya tuntas selesai. Saya turut mendampingi sampai akhir. Tadi Zainal salat duhur berjamaah dipimpin oleh Ustaz Hasan Makarim. Yang paling tegar adalah klien saya," ungkapnya di Dermaga Wijaya Pura Cilacap, Selasa (28/4/2015).

Ade menyebut, Zainal sudah ikhlas dan siap menghadapi regu tembak. "Untuk dilaksanakan eksekusi mati kemungkinan nanti malam. Ini kan kunjungan terakhir, setengah dua siang kami sudah harus keluar semua," katanya.

Ade bersama keluarga akan mempersiapkan penjemputan jenazah. Dia akan datang lagi ke Nusakambangan sekitar pukul 21.00 Wib untuk menunggu. "Hanya boleh di ring dua, Dermaga Sodong. hanya dibatasi dua orang, yaitu pengacara dan keluarga," katanya.

Usai pelaksanaan eksekusi, lanjut Ade jenazah mau dimakamkan dimana akan mengikuti ketentuan dari negara. Dia menyebut, pemakaman jenazah Zainal akan dilakukan di Cilacap.

Namun di mana lokasinya hingga saat ini masih diurus oleh Kejaksaan. "Secepatnya secara agama Islam," imbuh Ade. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved