Siswa SMPK 2 Penabur Lebih Nyaman Ujian dengan Komputer
Siswa-siswi SMPK 2 Penabur Jakarta mengaku lebih nyaman mengerjakan ujian nasional dengan komputer yang baru pertama kali dilaksanakan.
WARTA KOTA, SAWAHBESAR-Meskipun ujian nasional dengan komputer (computer based test/CBT) baru diselenggarakan pertama kalinya pada 2015, siswa-siswi SMPK 2 Penabur Jakarta merasa lebih nyaman mengerjakannya. Pasalnya, mereka tidak perlu menghabiskan waktu untuk menghitamkan lembar jawaban kertas (LJK) seperti yang dilakukan pada ujian-ujian sebelumnya.
Amanda (14), siswa kelas IX A SMPK 2 Penabur, kepada Wartakotalive.com menyebutkan dirinya lebih senang mengerjakan soal dengan komputer. Hal ini karena dirinya bisa lebih hemat waktu.
"Yang paling senang kita senang karena tidak perlu menghitamkan LJK," ujar Amanda, Selasa (28/4/2015) pagi.
Amanda yang hendak masuk ke SMAK 3 Penabur setelah lulus SMP itu menyebutkan, tipe dan tingkat kesulitan soal pun relatif sama dengan UN menggunakan kertas.
Gadis dengan rambut lurus panjang yang terkuncir rapi ini mengatakan, meskipun akan menjalankan UN dengan komputer, ia juga sempat beberapa kali tryout dengan kertas. Ketika dibandingkan waktu pengerjaannya, ia bisa menghemat sekitar 30-45 menit jika mengerjakan dengan komputer.
Amanda mengatakan, dengan begitu dirinya dan kawan-kawan bisa memanfaatkan waktu 30 menit itu untuk memeriksa kembali jawabannya.
Meski merasa lebih hemat waktu dan efisien menggunakan komputer, Amanda juga memiliki kekhawatiran. "Takutnya kalau mengerjakan soal matematika, waktu menghitung kita lebih dari 15 menit, nanti komputernya merefresh sendiri, jadi kita harus minta token lagi," ujarnya.
Menurut keterangan Amanda, jika komputer didiamkan selama lebih dari 15 menit, program secara otomatis akan refresh sehingga untuk membuka ulang diperlukan token baru.
"Aku sih belum pernah, tetapi temanku ada yang pernah. Untungnya, semua yang sudah kita kerjakan tidak hilang. Semuanya tersimpan jadi kami bisa tenang mengerjakan," jelasnya.
UN jenjang SMP di DKI Jakarta dijadwalkan akan diikuti oleh sebanyak 144.175 siswa SMP sederajat. Dari jumlah itu, dipastikan hanya satu sekolah yang menjalankan UN CBT, yakni SMPK 2 Penabur Jakarta. Ada sebanyak 190 siswa di SMPK 2 Penabur yang ikut UN dengan menggunakan 95 unit komputer. Sementara untuk cadangan digunakan sebanyak 10 komputer.
Menurut Kepala SMPK 2 Penabur Supana, semua persiapan dilakukan agar siswa-siswanya bisa menjalankan UN dengan baik dan lancar. Adapun jumlah shift (sesi) yang dilaksanakan sebanyak dua shift sehari.
"Sehingga harinya pun sama empat hari. Semoga UN CBT berjalan lancar. Sejauh ini aplikasi sudah disimpan di server lokal dan sejauh ini aman dan tidak terkendala apa-apa," katanya. (Agustin Setyo Wardani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ujian-nasional-dengan-komputer_20150428_115643.jpg)