Breaking News:

PPDB

PPDB SMA dan SMK DKI Mulai 15 Juni 2015

Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA dan SMK akan mulai dilaksanakan 15 Juni 2015.

Editor: Gede Moenanto
Agustin Setyo Wardani
Orangtua menyambangi posko PPDB di Dinas Pendidikan DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA dan SMK akan mulai dilaksanakan 15 Juni 2015.

Seperti pada jenjang SD dan SMP, PPDB jenjang SMA dan SMK juga dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap jalur umum, jalur lokal, dan tahap ketiga.

Kepala Subbagian Data dan Informasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta Eko Wahyu Wibowo menyebutkan, kuota untuk calon peserta didik dari luar DKI Jakarta sebanyak 5 persen dari total daya tampung, sedang unruk jalur lokal (siswa dari kecamatan setempat) sebesar 55 persen. Dan untuk jalur umum sebesar 35 persen dari daya tampung, sementara 5 persen sisanya dari jalur prestasi.

"Untuk SMK tidak ditetapkan zonasi, sehingga kuotanya untuk luar DKI Jakarta sebesar 5 persen, siswa berprestasi sebesar 5 persen, dan sisanya 90 persen," kata Eko, Selasa (28/4/2015) sore.

Tahap pertama, prapendaftaran dilakukan pada 15-17 Juni, sedangkan pendaftaran, verifikasi berkas dan pemilihan sekolah dijadwalkan tanggal 18-22 Juni.

Sementara pengumuman tanggal 22 Juni dilanjutkan dengan lapor diri pada 23-24 Juni dan pengumuman bangku kosong pada 24 Juni.

Jalur lokal, kata Eko, mulai dari pendaftaran pada 24-26 Juni, pengumuman pada 26 Juni dilanjutkan dengan lapor diri tanggal 27-29 Juni. Sementara untuk pengumuman bangku kosong pada 7 Juli 2015.

Adapun tahap ketiga, mulai 30 Juni, pengumuman 1 Juli dan lapor diri 2-3 Juli 2015.

Untuk alur pendaftaran, Eko mengatakan, orangtua bisa menginput data secara online. Langkah selanjutnya, orangtua/wali wajib melakukan verifikasi ke sekolah untuk mendapatkan PIN. Setelah itu, orangtua bisa memilih sekolah tujuan baik secara online untuk mengganti sekolah tujuan.

Pengumuman, kata Eko, akan dilakukan secara online. Jika calon peserta didik diterima, maka bisa langsung melakukan lapor diri secara online maupun datang ke sekolah.

Sedangkan jika tidak diterima dan berasal dari DKI Jakarta, maka masih diizinkan untuk ikut tahap kedua.

Bagi mereka yang sudah diterima di sekolah tujuan namun tidak melaporkan diri, maka masih tetap bisa mengikuti tahap kedua. (Agustin Setyo Wardani)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved