Bocah TK Disodomi
Kasus JIS: Bukti Visum Hasil Pemeriksaan Medis Tidak Valid
Apabila kondisi tersebut diakibatkan sodomi beramai-ramai, maka akan menimbulkan anus robek.
Pemeriksaan tersebut seharusnya dilakukan melalui proses anastesi dan prosedur anuskopi harus dilakukan di ruang operasi bukan di ruang UGD, sehingga hasilnya bisa mendeteksi penyakit seks menular.
Bila merujuk pada hasil pemeriksaan dr Lutfi dari RS Pondok Indah (RSPI), terlihat jelas bahwa pemeriksaan visum terhadap MAK tersebut belum tuntas sehingga hasil dari temuannya belum dapat disimpulkan secara mendalam.
Nanah yang ditemukan terletak di bagian dalam anus anak tersebut. "Saat dr Lutfi memberikan obat flagyl, hal ini diperlukan untuk mengobati efek infeksi umum yang disebabkan amuba, bukan yang disebabkan penyakit seksual menular seperti gonorrhoea atau Chlamydia.
Nanah yang terdapat di anus MAK bukan disebabkan oleh infeksi virus, namun diakibatkan karena bakteri.
Apabila kondisi tersebut diakibatkan sodomi beramai-ramai, maka akan menimbulkan anus robek.
Nyatanya semua visum menyatakan anus normal. Kalau anus robek, maka penyembuhan antara seminggu hingga dua minggu.
"Bila anak disodomi orang dewasa pasti robek," kata Ferryal.
Dengan mengacu pada tuduhan kejadian dalam kurun waktu Desember 2013 sampai dengan Maret 2014, seharusnya anus korban robek atau rusak.
Selain itu bila pelaku sodomi memiliki penyakit herpes, maka korban sodomi pasti akan tertular.
Kevin Baird juga mendukung langkah dr Lutfi dari RS Pondok Indah, “Herpes tidak menyebabkan nanah dan MAK tidak didiagnosa dengan infeksi herpes pada saat itu maupun diberikan pengobatan untuk mengatasi herpes.
Berdasarkan resep dr Lutfi yaitu flagyl menunjukkan dignosa klinis akan adanya amoba yang menyebabkan proctitis. Dalam kesaksiannya di kasus perdata, Prof. Baird memebenarkan diagnosa Dr Lutfi yang terbukti efektif terlihat dari setelah empat hari MAK menjalani pengobatan dan kembali ke klinik ternyata tidak ditemukan prockitis dan ia terbukti sembuh.
“Flagyl terbukti menghilangkan gejala dan keluhan. Kalau benar ia terkena herpes, gonorrhea atau chlamydia tidak bisa sembuh dengan flagyl,” tegasnya.
Prof. Baird menambahkan “Pemahaman yang tidak benar atas hasil laporan tes laboratorium yang sesungguhnya telah mengakibakan dampak tragis pada hidup orang-orang yang tidak bersalah.
Semua orang yang terlibat harus benar-benar mempertimbangkan bahwa bukti laboratorium forensic menunjukkan hasil yang secara sah dan meyakinkan mematahkan segala tuduhan kekerasan seksual terhadap MAK.
Asumsi akan adanya infeksi herpes genital pada MAK adalah sebuah kesalahan besar. Hal tersebut tidak pernah ada dan nyata terlihat dari hasil pemeriksaan medis.(*/apr)