Rabu, 8 April 2026

Ahok Segera Panggil Pengelola Apartemen Kali Bata City

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama segera memanggil pengelola Apartemen Kalibata City terkait praktik prostitusi yang dikeluhkan warga.

Penulis: Mohamad Yusuf |
Wartakotalive/Theo Yonathan SL
Anak-anak berusia dibawah 17 tahun yang dijadikan pekerja seks oleh sindikat prostitusi (memakai masker). Polisi membongkar sindikat ini yang memakai dua unit di Apartemen Kalibata City menjadi tempat tinggal pekerja seks sekaligus tempat berhubungan badan 

WARTA KOTA, PALMERAH-Polisi melakukan penggerebekan di Apartemen Kalibata City dua hari lalu. Beberapa perempuan pun terjaring karena melakukan aksi prostitusi.

Maraknya prostitusi di apartemen pun, membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengambil tindakan. Ia akan memanggil pengelola apartemen tersebut.

"Kita lagi periksa. Yang pasti sebetulnya RT dan RW-nya harus aktif laporin. Tapi kalau kita menduga-duga orang prostitusi, juga susah," kata Ahok, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2015).

Karena itu, mantan Bupati Belitung Timur itu pun berterimakasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu mengungkapkan praktik prostitusi yang menjual diri melalui media sosial.

"Kalo soal di lapangan, misal kamu curiga tetangga kamu prostitusi kamu bisa nangkep gak? Itu ya satu persoalan. Tapi kita harap RT RW dan kita akan panggil pengelola Kali Bata City. Harusnya pengelola bisa batasin kan orang seperti apa. Kita antisipasi ke depan kita nggak mau lagi ada rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik), semua rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa)," katanya.

Namun, Ahok sendiri mengaku kesulitan untuk menertibkan Rusunami. Pasalnya, memang tidak ada larangan untuk disewakan. Sehingga, pendataan penghuninya kerap sulit dilakukan.

"Kalau rusunami kita susah, makanya kita ingin ada per RT. Kita juga gak bisa ngelarang orang gak boleh nyewain, susah kan. Harusnya kan semua penghuni terdaftar, siapa mereka gitu. Kalo rusunawa kami sudah bisa sekarang. Jadi KTP-nya pun mesti sama," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved