Konferensi Asia Afrika
Tanggal 24 April Ditetapkan Hari Asia Afrika
Konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Afrika menyepakati tanggal 24 April sebagai hari Asia Afrika.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, SENAYAN - Konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Afrika menyepakati tanggal 24 April sebagai hari Asia Afrika. Bukan itu saja, ditetapkan juga Bandung sebagai ibukota solidaritas Asia Afrika.
Hal itu sangat menggembirakan hati Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"saya juga gembira sidang sepakat untuk menetapkan 24 April sebagai hari Asia Afrika dan menetapkan Bandung sebagai ibukota solidaritas Asia Afrika," ungkap Jokowi dalam keterangan persnya usai menutup KTT Asia Afrika di jakarta Convention center (JCC), Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Dan tak kalah pentingnya, menurut Jokowi, adalah seluruh kepala negara dan pemerintahan mendukung berdirinya Asia Afrika Center di indonesia.
Selain itu, imbuhnya, KTT Asia Afrika 2015 juga dirangkai dengan beberapa kegiatan penting lain, yaitu World Economic Forum East Asia. Ini pun telah menghasilkan berdirinya asia Afrika Business Council di Jakarta.
Lebih lanjut Jokowi sampaikan, bahwa selama KTT berlangsung juga diadakan pameran mengenai pengembangan kapastias Sumber daya manusia yang telah dilakukan Indonesia selama ini. Disampaikan bahwa sejauh ini indonesia telah memberikan pelatihan kepada ribuan orang dari 99 negara.
Jokowi juga mengungkapkan konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 2015 mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kondisi kehidupan dunia masih tidak seimbang dan jauh dari keadilan dan jauh dari perdamaian.
Karena itu, menurut Jokowi, pesan Bandung yang disuarakan pada 1955 masih sangat relevan. Negara-negara Asia Afrika sepakat untuk tetap menggelorakan Kerjasama Selatan-Selatan, solidaritas dan stabilitas bangsa-bangsa Asia Afrika.
Dan itu, kata Jokowi, tertuang tegas dalam tiga dokumen penting, yang dihasilkan dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Afrika 2015. Yakni, pesan Bandung 2015, deklarasi penguatan kemitraan strategis asia Afrika dan deklarasi mengenai palestina.
"sidang telah mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kondisi kehidupan dunia masih tidak seimbang dan jauh dari keadilan dan jauh dari perdamaian," tegas Jokowi dalam keterangan persnya usai menutup KTT Asia Afrika di jakarta Convention center (JCC), Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Oleh karena itu, sidang berhasil KTT Asia Afrika 2015 menyusun langkah nyata untuk menindaklanjuti kerja sama konkret yang tercantum dalam deklarasi penguatan
kemitraan strategis baru Asia Afrika.
Sidang juga berhasil menyusun kerangka operasional mekanisme pemantauan. "para menteri luar negeri diminta untuk melakukan pertemuan 2 tahun sekali di sela-sela sidang umum PBB di New York," jelasnya Jokowi.
kesepakatan lain yang dihasilkan adalah pentingnya penguatan kerjasama selatan selatan melalui inisiatif dan porgram pengembangan kapasitas dan kerjasama teknis.
"sebagaimana yang telah saya katakan negara-negara di sekitar ekuator mempunyai
peran sentral untuk memperkuat kerjasama ini," tandasnya.
tentu saja, imbuhnya, Palestina memperoleh perhatian khusus. selain diadopsinya deklarasi khusus mengenai palestina, kata Jokowi, dukungan peserta bagi kemerdekaa npalestina yang juga sangat kuat.
"Negara-negara Asia Afrika siap untuk membantu pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan di palestina," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150418-konferensi-asia-afrika-ktt-aa_20150418_112041.jpg)