Gelorakan Semangat The Bandung Spirit 1955
Sejumlah koleksi berharga Perpustakaan Fadli Zon dipamerkan di acara The Bandung Spirit 1955 di antaranya piringan hitam, Bersuka Ria.
WARTKA KOTA, PALMERAH -- Dalam rangka memeringati Konferensi Asia Afrika (KAA) ke 60, Fadli Zon Library menampilkan benda-benda bersejarah terkait Konferensi Asia Afrika 1955, yang menjadi koleksi Fadli Zon Library.
Koleksi yang ditampilkan antara lain dokumentasi foto kegiatan Konferensi Asia Afrika 1955.
Terdapat di dalamnya momen pada saat para delegasi berjalan dari Hotel Savoy Homann Bandung menuju Gedung Asia Afrika, tempat kegiatan konferensi dilangsungkan.
Dalam dokumentasi tersebut juga diabadikan momen pada saat Presiden Indonesia, Ir Soekarno, menyampaikan pidatonya pada saat pembukaan Konferensi Asia Afrika.
Koleksi lain yang ditampilkan adalah album piringan hitam (long play) yang berjudul "Bersuka Ria".
Album piringan hitam ini digagas oleh Ir Soekarno, yang dijadikan sebagai suvenir untuk para tamu delegasi yang hadir pada peringatan satu dekade Konferensi Asia Afrika tahun 1965.
Pameran ini juga menampilkan Koran Sin Po, Koran China-Malay, yang berbahasa melayu.
Koran ini bersejarah sebab menjadi partner Konferensi Asia Afrika 1955.
Koleksi lain yang juga ditampilkan adalah perangko-perangko yang bertema Konferensi Asia Afrika 1955.
Perangko tersebut diproduksi untuk memperingati momentum Konferensi Asia Afrika 1955.
Pameran ini dilangsungkan di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, bertepatan dengan penyelenggaraan Asian African Parliamentary Conference, 23 April 2015.
Fadli Zon Library merupakan perpustakaan pribadi Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, yang berisi koleksi buku-buku dan naskah kuno, piringan hitam, benda benda pusaka, serta benda benda bersejarah lainnya.
Koleksi berharga lainnya yang tersimpan di perpustakaan itu adalah tengkorak manusia purba (homo sapiens), sejumlah fosil kayu, keris, buku kuno, dan sebagainya.
Sejumlah kalangan menjadikan Perpustakaan Fadli Zon sebagai tempat yang wajib dikunjungi.
Sejumlah tokoh, termasuk di antaranya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sering berkunjung ke perpustakaan yang terletak di kawasan Bendungan Hilir itu untuk mencari benda-benda peninggalan masa lampau.