Minggu, 12 April 2026

Sudah Puluhan Tahun Rumah Jadi Kos-kosan di Tebet

Rumah penduduk yang peruntukannya berubah menjadi rumah kos-kosan hanya berada di pinggir Jalan Tebet Utara.

Warta Kota/Bintang Pradewo
Ketua RW 10, Sitam. 

WARTA KOTA, TEBET - ‎Peralihan peruntukan bangunan dari rumah tinggal menjadi rumah kos-kosan di Jalan Tebet Utara, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan sudah terjadi selama puluhan tahun.

Namun, baru kali ini pihak Kecamatan Tebet melakukan sweaping dan pendataan rumah kos-kosan tersebut.

Ketua RW 10, Sitam (58) mengatakan bahwa rumah penduduk yang peruntukannya berubah menjadi rumah kos-kosan hanya berada di pinggir Jalan Tebet Utara.

Sementara, untuk di pemukiman warga s‎endiri terdapat rumah kontrakan.

Menurutnya, rumah kos-kosan di jalan yang disebut-sebut sebagai "Vagina Street" itu sejak sepuluh tahun lalu.

"Tadinya ini rumah warga, ada sekitar 5 sampai 10 tahun rumah beralih peruntukan menjadi tempat kos," kata pria yang sudah menjadi Ketua RW 10 selama 20 tahun itu kepada wartawan di lokasi sweaping.

Menurutnya selama ini pihak Kelurahan hanya memberikan formulir pendataan warga kos-kosan yang berada di Jalan Tebet Utara.

Selanjutnya, itu dikerjakan oleh RT dan RW setempat. Dia mengaku memang kecolongan terkait peristiwa ditemukannya Deuhdeuh Alfisyahrin (26) yang ditemukan tewas di kamar kosnya.

"‎Boleh dibilang kecolongan. Dua hari sebelum kejadian, saya sudah panggil pemilik kos-kosan karena tempatnya bersampjingan dengan balai warga RW 10. Saya sudah ingatkan agar lebih ketat, dan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Setiap setelah Hari Raya Idul Fitri, pihak pengurus RW selalu melakukan pendataan.

Pasalnya, pasti ada saja pendatang yang menempati tempat itu. Namun, hanya sekedar mengisi formulir saja.

‎"Saya juga selalu kasih pengarahan kepada pemilik kos untuk menjaga ketertiban," tuturnya.

Masyarakat tidak resah
Dengan adanya sweaping dan pendataan penghuni rumah kos yang dilakukan pihak Kecamatan Tebet membuat warga kini tidak resah.

Pasalnya, selama ini lingkungan mereka menjadi tercemar usai kejadian heboh yang menewaskan seorang pekerja seks komersial di kamar kosnya.

"Sekarang warga sudah tidak resah lagi kalau ada pendataan seperti ini," kata pengurus Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Tebet Timur, Jajang Rahmat.(bin)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved