Rabu, 8 April 2026

Rekan Dekat Akseyna Dipindah ke Asrama Mahasiswa UI

Jibril (18), sahabat Akseyna Ahad Dori (18) oleh pengelola UI dipindah tempat tinggalnya ke Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia.

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Inilah Analisa Deborah bahwa Akseyna berkarakter tak mudah menyerah. Deborah menganalisa itu dari tulisan tangan Akseyna yang ditulis Akseyna 1,5 tahun lalu. Makanya ada perbedaan karakter antara tulisan tangan 1,5 tahun lalu dengan tulisan di surat wasiat. 

WARTA KOTA, DEPOK-Teman dekat Akseyna Ahad Dori (18), yakni Jibril (18), oleh pihak Kampus Universitas Indonesia (UI) dipindah tempat tinggalnya ke Asrama Mahasiswa UI. Tadinya dia tinggal di dekat rumah kos di kawasan Kukusan, Beji, Depok.

Ketua Departemen Biologi, Yasman, mengatakan, itu dilakukan untuk menjamin keamanan Jibril.

"Kita tahu sendiri kan pemberitaan media. Banyak yang menyudutkan Jibril," ucap Yasman kepada Warta Kota di tempat kerjanya, Selasa (21/4/2015).

Menurut Yasman, pemindahan Jibril dari rumah kos ke Asrama Mahasiswa UI atas dasar permintaan orangtua Jibril yang tinggal di Singkawang, Kalimantan Barat. Dia pindah ke Asrama Mahasiswa UI sejak pertengahan April 2015 ini.

"Kan takutnya nanti ada orang yang memanfaatkan situasi ini," ucap Yasman. Pihaknya menakutkan apabila Jibril tetap tinggal di rumah kos, nanti ada orang tak dikenal yang berbuat jahat dengannya. "Misalnya meminta dia ikut," kata Yasman.

Sementara itu, Jibril juga belum mau berhubungan dengan wartawan. Ketika warta kota mengirimnya short message service (SMS) ke nomor ponselnya dan meminta waktu untuk berbicara, Jibril menolak.

"Mohon maaf, saat ini saya tidak bisa memberikan keterangan apapun terkait hal tersebut. Terima kasih," tulis Jibril di SMS balasannya kepada Warta Kota, Selasa (21/4/2015) sore.

Banyak media menyudutkan Jibril lantaran Jibril adalah orang pertama yang menemukan surat wasiat Akseyna pada Sabtu (29/3/2015).

Kematian Akseyna menyedot perhatian publik karena hingga kini polisi belum menemukan penyebab kematian Akseyna apakah dibunuh atau bunuh diri. Di satu sisi dokter meyakinkan ada pukulan benda tumpul di tubuh Akseyna. Akseyna ditemukan tewas tenggelam di Danau Kenangan UI pada Kamis (26/3/2015).

Lalu disisi lain ada alibi teman Akseyna, yakni Jibril yang sempat datang dua kali ke kos Akseyna pada Jumat (27/3/2015) dan Sabtu (29/3/2015). Saat itu belum diketahui jenazah yang ditemukan di Danau Kenangan UI pada Kamis (26/3/2015) itu adalah Akseyna.

Bahkan pada kedatangan kedua di hari Sabtu, Jibril menemukan surat wasiat Akseyna. Dia pun menginap di kamar kos itu. Jibril beralasan tante Akseyna yang menyuruhnya. Tapi ayah Akseyna membantah itu sehingga pemberitaan media menyudutkan Jibril.

Hingga kini polisi baru memastikan bahwa tulisan di surat wasiat yang identik sesuai dengan tulisan asli Akseyna. Bahkan polisi belum menganalisa tanda tangan di surat wasiat asli atau tidak. Sebelumnya, polisi meyakinkan bahwa surat wasiat ini adalah salah satu petunjuk untuk menentukan Akseyna dibunuh atau bunuh diri.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved