Warga Berharap KAI Kasih Kereta Tambahan untuk Lebaran

Tiket kereta api jarak jauh untuk mudik lebaran 2015 yang dijual melalui sistem online langsung habis diserbu calon pemudik.

Warga Berharap KAI Kasih Kereta Tambahan untuk Lebaran
Harbiyah/penumpang lion air
Penumpang menunjukkan tiket Lion Air JT 0397 tujuan Banda Aceh-Medan-Jakarta, yang mengalami delay, Rabu (4/3/2015). Pesawat ini dijadwalkan berangkat pukul 06:00, tapi ditunda hingga pukul 12:15.

WARTA KOTA, PALMERAH - Tiket kereta api jarak jauh untuk mudik lebaran 2015 yang dijual melalui sistem online langsung habis diserbu calon pemudik.

Berdasarkan data okupansi penumpang KA mudik lebaran yang diupdate per tanggal 20 April 2015 pukul 10.00 pagi tadi, tercatat untuk kereta mudik H-7 hingga hari H lebaran yakni tanggal 17 Juli telah habis terjual.

Kalaupun ada, yang tersisa adalah KA kelas eksekutif keberangkatan H-10 atau H-9 Idul Fitri. Para penumpang pun mengeluhkan hal ini.

Pasalnya, mereka sudah berusaha untuk mendapatkan beberapa lembar tiket. Maklum saja, momen idul fitri banyak dimanfaatkan warga pendatang di DKI Jakarta dan sekitarnya untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.

Sri Kusharini (60), sejak mengetahui bahwa PT KAI (Persero) telah membuka pembelian tiket mudik 2015, dirinya langsung meminta kepada anak dan menantunya untuk membeli tiket secara online.

Ia berharap mendapatkan tiket kelas ekonomi atau bisnis, karena dari segi harga lebih terjangkau ketimbang tiket kelas eksekutif.

"Tapi saat itu begitu mulai dibuka, websitenya langsung nggak bisa dibuka, mungkin karena banyaknya orang yang mau beli tiket. Pas websitenya bisa diakses, semua tiket sudah habis," katanya kepada Wartakotalive.com, Senin (20/4/2015) sore.

Dua hari begadang, ia pun masih belum berhasil mendapatkan tiket mudik. Sri sendiri sebenarnya sudah membuat persiapan matang untuk mudik menggunakan kereta api.

Hal ini dilakukan mengingat tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya dirinya selalu mudik dengan kendaraan roda empat.

"Macet sekali kalau mau mudik pakai mobil. Tahun lalu saya ke Magelang menghabiskan waktu 38 jam. Padahal, kalau dengan kereta cukup setengah hari, lebih cepat tanpa macet, terus juga lebih murah," jelasnya.

Tidak mau menyerah begitu saja, Sabtu (19/4) lalu, perempuan dua anak ini pun langsung datang ke Stasiun Jakarta Kota untuk membeli tiket KA. Tetapi ia mendapati hasil nihil.

"Saat itu saya pikir masih ada, karena saya dengar dari orang yang mengantre sebelum saya itu tiket pada hari H masih ada. Tapi pas saya memutuskan beli, tiketnya sudah habis terjual," katanya.

Akibatnya, Sri pun terpaksa tidak mendapatkan tiket KA untuk mudik. Namun, ia masih berharap PT KAI segera membuka pengumuman KA tambahan.

"Saya berharap ada KA tambahan, mudah-mudahan di situ saya bisa dapat tiket, tapi sampai sekarang masih belum ada pengumuman. Kita tunggu," harapnya. (Agustin Setyo Wardani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved