Hingga Pertengahan April 2015, 213 PMKS di Jakut Terjaring

Jajaran Sudinsos Jakarta Utara, masih berupaya secara maksimal menekan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Hingga Pertengahan April 2015, 213 PMKS di Jakut Terjaring
dok. Warta Kota
Ilustrasi PMKS. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Jajaran Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Utara, masih berupaya secara maksimal menekan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Terhitung sejak awal tahun 2015 hingga pertengahan April 2015, terhitung sebanyak 213 PMKS terjaring.

"Ada yang terdiri pemulung, pedagang asongan, Wanita Tuna Susila (WTS), penyandang cacat, korban tindak kekerasan, anak terlantar, anak jalanan, psikotik dan berbagai macam lainnya," ucap Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Utara, Uccu Rahayu saat dikonfirmasi, Sabtu (18/04).

Ia mengaku, pada Januari terjarik sebanyak 45 orang, Februari 99 orang, dan Maret 46 orang.

"Terakhir April, hingga kini masih terhitung 23 orang. mayoritas menderita psikotik dan gelandangan," katanya.

Jelas Uccu, pihaknya mengerahkan Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial dan disiagakan di beberapa titik rawan PMKS.

"Perempatan Mambo, Hailai Ancol, dan Atma Jaya Penjaringan. Sedangkan Kelapa Gading tidak, soalnya itu masih daerah perumahan. Namun, kita pun sudah melakukan pengawasan secara terus menerus, baik pagi, siang, dan malam.

Dinas Sosial pun juga melakukan penjemputan dari Polsek dan laporan masyarakat terkait keberadaan PMKS.

"Setelah dilakukan penangkapan, PMKS langsung dibawa ke panti sosial Bina Insan Bangun Daya I dan II. Panti itu terletak di Cipayung, Jakarta Timur dan Kedoya, Jakarta Barat.

Hal itu dilakukan, terang Uccu, agar mereka mendapat pembinaan sesuai ketentuan dan klasifikasi.

"Kalau untuk WTS, mereka dikirim Panti Sosial Bina Karya Wanita Kedoya khusus memberikan kerterampilan. Untuk gelandangan dan pengemis, harus di Balaraja di Banten, sedangkan lansia terlantar mengemis, ditempatkan di panti jompo sosial Tresna Werdha Cengkareng, Cipayung, dan Ciracas," tutupnya. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved