Senin, 13 April 2026

Enam Kejanggalan Surat Wasiat Akseyna Menurut Handwriting Analyst

Akun Twitter @Deborahdewi memposting analisa tulisan tangan Akseyna di surat wasiatnya pada 14 April 2015.

WARTA KOTA, PALMERAH-Akun Twitter @Deborahdewi memposting analisa tulisan tangan Akseyna di surat wasiatnya pada 14 April 2015. Dia menyebut ada enam kejanggalan tulisan Akseyna di surat wasiatnya.

@Deborahdewi menamakan dirinya Handwriting analyst. Akunnya sudah diikuti oleh 11.000 pengguna twitter. Dia juga kerap diminta berbicara tentang analisis tulisan tangan di sejumlah televisi swasta.

@Deborahdewi memposting enam gambar yang berisi analisis tulisan di surat wasiat. Dia membandingkan tulisan di surat wasiat dengan tulisan tangan asli Akseyna. Namun Warta Kota hanya bisa memahami empat analisisnya yang paling jelas, yakni kejanggalan pertama, kedua, ketiga, dan keenam. Sedangkan dua lainnya kurang bisa dipahami.

Tulisan tangan asli Akseyna yang Ia bandingkan adalah sebuah tulisan yang bertuliskan biodata singkat Akseyna yang juga dibubuhi tanda tangan. Itu sudah pasti tulisan asli Akseyna.

Kejanggalan pertama, yaitu kemiringan di tiap huruf Pertama dari sebuah kata yang cenderung berbeda. @Deborahdewi menganalisis tulisan tangan asli Akseyna selalu menggunakan huruf miring secara konsisten di huruf pertama di tiap kata.

Namun, ternyata di surat wasiat, tulisan miring di huruf pertama dari tiap kata tak konsisten. Bahkan salah satu kata, 'for' yang digunakan sebanyak tiga kali dalam surat wasiat, kelihatan huruf 'f' nya memiliki kemiringan yang berbeda-beda. Kata for pertama huruf 'f' nya tak miring. Sedangkan kata for kedua huruf 'f' itu berubah miring.

Kemudian kejanggalan kedua menurut @Deborahdewi adalah penggunaan spasi yang berbeda antara tulisan di surat wasiat dan tulisan tangan asli Akseyna. Spasi di surat wasiat tampak lebar, sedangkan spasi di tulisan asli Akseyna lebih sempit.

Lalu kejanggalan ketiga adalah perbedaan jarak di sebuah kata yang mengandung huruf berbuntut. Dalam tulisan aslinya, sebuah kata yang mengandung huruf berbuntut berjarak empat garis sejajar antara huruf besar di paling depan kata dengan sebuah huruf yang berbuntut di kata tersebut.

Tapi ternyata di surat wasiat, garis itu jadi tidak sejajar. @Deborahdewi menunjukkan penyebabnya lantaran huruf berbuntut seperi 'g' dan 'y' di tulisan surat wasiat memiliki buntut yang terlalu panjang, berbeda dengan tulisan asli Akseyna.

Terakhir, kejanggalan keenam, yakni posisi tanda tangan Akseyna yang berbeda. Di tanda tangan asli, Akseyna cenderung memposisikan tanda tangannya dalam sebuah garis miring.

Sedangkan tanda tangan di surat wasiat cenderung berada dalam sebuah garis datar.

Kasus Akseyna Ahad Dori (18) jadi menarik karena polisi kesulitan menentukan Akseyna tewas terbunuh atau bunuh diri. Sedangkan hasil otopsi dokter sudah menunjukkan ada jejak pukulan di tubuh Akseyna. Dan diketahui pula Akseyna masih hidup saat tenggelam. Tapi dokter tak bisa tahu apakah Ia pingsan atau sadar saat tenggelam.

Namun polisi tetap tak bisa menentukannya. Dan satu-satunya kunci menguak misteri itu adalah lewat penelitian tulisan tangan di surat wasiat Akseyna. Kini Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri masih menelitinya.

Sebab surat wasiat Akseyna bukan ditemukan oleh polisi. Tapi justru ditemukan oleh rekan Akseyna di kamar korban, empat hari usai Akseyna ditemukan mengambang di Danau Kenanga Kampus UI, tetapi belum diketahui identitasnya saat itu.

Sebelumnya, Akseyna Ahad Dori (18) mahasiswa jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) ditemukan mengambang di Danau Kenanga UI, Depok, Kamis (26/3/2025). Dia ditemukan dalam kondisi menggendong tas berisi enam buah batu bata.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved