Tinju
Manny Pacquiao Punya Insting Membunuh
Pacquiao antusias menyambut pertarungan itu dan bertekad memukul jatuh petinju Amerika Serikat tersebut.
WARTA KOTA, LAS VEGAS - Perang urat saraf terus mengiringi megaduel Manny Pacquiao dengan Floyd Mayweather Jr.
Pacquiao antusias menyambut pertarungan itu dan bertekad memukul jatuh petinju Amerika Serikat tersebut.
Duel keduanya dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei di Las Vegas, Amerika Serikat.
Pertarungan itu sudah dinantikan sejak lima tahun yang lalu.
Mengendap dalam waktu lama, persaingan di atas ring itu makin menarik dengan besaran nilai uang yang terlibat yakni mencapai 120 juta dolar Amerika Serikat (Rp 1,5 triliun).
Pacquiao yang pernah menjadi juara dunia pada delapan kelas berbeda dan tengah menyandang titel WBO di kelas welter sudah tak sabar tampil di ajang tersebut.
Pacman -julukan Pacquiao- pun tak henti melancarkan sinyal peperangan.
“Kalau dia mencoba memukul KO saya, itu akan sangat bagus. Kita lihat nanti,” kata Pacquiao seperti dilansir Daily Mail, Kamis (16/4).
“Tapi apapun yang terjadi pertarungan nanti akan jauh lebih baik daripada lima tahun lalu, ketika duel ini direncanakan untuk pertama kalinya. Saat ini, kami sudah sangat berkembang sebagai petarung dan seluruh dunia akan menyaksikannya. Dan determinasi untuk menang tak pernah sebesar pertarungan kali ini. Insting membunuh saya telah kembali,” tegas petinju 36 tahun itu.
Difilimkan
Sementara itu, sineas Filipina membuat megaduel Pacquiao kontra Mayweather Jr. kian menarik menarik.
Pasalnya, kisah hidup Pacman semasa kecil difilmkan dengan judul Kid Kulafu dan ditayangkan mulai kemarin.
Kid Kulafu memang sempat begitu akrab dengan keseharian Pacquiao. Vino Kulafu tak lain adalah merk botol-botol anggur yang dipungut Pacman kecil.
Rentetan kisah hidup Pacquiao kecil itu tak didapatkan dengan mudah oleh sang sutradara, Paul Soriano.
Dia membutuhkan waktu sampai dua tahun untuk riset dan wawancara dengan Pacman. Setahun untuk menggarap film hingga selesai.
Ya, film itu memang menceritakan masa kecil Pacquiao. Masa-masa muram sebelum dia menjadi orang terkaya ke-14 versi Forbes di tahun 2013. Di waktu ketika Pacquiao tak bisa makan enak setiap hari.
“Dia adalah seseorang yang sama dengan kita. Dia lahir tanpa punya apapun tapi karena Tuhan, karena kerja keras, dan daya juang, dia menjadi seseorang,” kata Soriano dilansir Reuters. (eko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150417manny-pacquiao-punya-insting-membunuh.jpg)