Larangan Minimarket Jual Miras Harus Dipatuhi

Kalangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) minta larangan menjual miras dipatuhi.

Larangan Minimarket Jual Miras Harus Dipatuhi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Seorang warga sedang memilih minuman dingin di mesin pendingin mini market kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (16/4). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sejumlah pihak meminta agar aturan berupa larangan minimarket menjual minuman keras (miras) di minimarket bisa dipatuhi.

Mulai Jumat (17/4/2015), minimarket-minimarket mulai dilarang menjual bir dan jenis minuman beralkohol lainnya. Larangan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 06/M-Dag/Per/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minol (minuman beralkohol).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dailami Firdaus menyambut positif kebijakan pemerintah tersebut.

"Sebagai senator dari Jakarta, tentu saya sangat medukung kebijakan Kemendag yang melarang miras diperjualbelikan di mini market. Kita harus mengapresiasi keberanian ini," ujar Dailami kepada pers di Jakarta, Kamis (16/4/2015) malam.

Dailami yakin kebijakan melarang penjualan minuman beralkohol ini dibuat untuk kemaslahatan bangsa yang lebih besar yaitu melindungi generasi muda dari bahaya minuman keras. 

Menurut Dailami, larangan penjualan minuman keras tersebut harus dipatuhi dan didukung semua pihak, termasuk pemerintah daerah.

"Pemda DKI juga jangan coba-coba memberi toleransi kepada pengusaha ritel untuk menjual minuman keras, karena hal itu menyentuh langsung masyarakat kebanyakan. Jangan sampai pemerintah pusat melarang, Pemda DKI coba-coba mengeluarkan perda yang bertentangan," katanya. 

Dailami berpendapat, pelaksanaan Permendag tentang larangan penjualan miras ini harus dikawal semua pihak, tidak terkecuali tokoh masyarakat, ulama dan LSM.

"Dengan melakukan komunikasi dan kordinasi dengan aparat, masyarakat dan LSM dapat ikut mengawasi Permendag ini," katanya.

Dailami mengingatkan bahwa bahwa minuman keras berdampak negatif bagi masyarakat. Minuman keras terbukti bisa merusak mental masyarakat dan menimbulkan meningkatnya kriminalitas.

"Tak ada alasan untuk tidak mendukung larangan penjualan minuman keras ini," katanya.

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved