Prostitusi Online

Wagub Djarot Ditawari Perempuan Seksi Lewat SMS

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku dirinya sering mendapat kiriman Short Message Service (SMS) menawarkan perempuan seksi.

Wagub Djarot Ditawari Perempuan Seksi Lewat SMS
KOMPAS.COM/TANGGUH SIPRIA RIANG
Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat usai memantau input e-budgeting di ruang Pola Bappeda DKI, lantai 2 gedung Blok G, Kamis (19/3/2015) malam. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku dirinya sering mendapat kiriman Short Message Service (SMS) menawarkan perempuan seksi.

Hal tersebut diungkapkan Djarot menyikapi maraknya rumah kos yang dijadikan tempat prostitusi,

"Saya ini khawatir sekarang. handphone saya, sekarang ini banyak sekali masuk SMS yang saya tidak tahu. Begitu ya, 'Kalau pengen wanita seksi, calling saya. Siap, sampai puas'. Sering dapat (SMS seperti itu), PIN BB sekian," kata Djarot di Balai Kota, Kamis (16/4/2015).

Mendengar pengakuan Djarot tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang berada di sampingnya berseloroh menimpali pernyataan Djarot.

"Kok saya tidak sering dapat," ucap pria yang akrab disapa Ahok yang mengundang tawa wartawan yang mengerubuni Djarot dan Ahok.

Menyikapi permasalahan tempat prostitusi dengan menggunakan kedok kost-kostan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sudah meminta ijin kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mengumpulkan RT dan RW di DKI.

"Saya sudah izin ke Pak Gubernur, kami akan kumpulkan, RT, RW, Lurah Camat untuk mendata tempat-tempat kost itu," kata Djarot.

Dikatakan Djarot, rencana mengumpulkan RT hingga Camat tersebut akan dilakukan secepatnya.

"Kami akan cek tempatnya di mana. Ya malem, sore, tidak apa-apa," katanya.

Mendengar Djarot menjelaskan hal tersebut, lagi-lagi Ahok nyeletuk kembali.

"Nanti dia laporin yang mana lebih ini... bahaya," ucap Ahok lalu tertawa.

Djarot pun melanjutkan penjelasnnya, aturan 1 x 24 Jam tamu wajib lapor sudah baik, tetapi tidak dalam pelaksanaannya kurang berjalan baik.

"Sekarang sudah mulai dilanggar. Jadi artinya apa, kontrol sosial, itu semakin longgar. kita perlu ingatkan lagi. Bukan hanya untuk prostitusi. bagaimana dengan terorisme. kemarin kita mau gerebek itu, eh keluarlah ini. makanya mau kita koordinasikan ini, supaya RT, RW, Lurah, LMK, termasuk bisa mendata rumah-rumah itu," ungkapnya.

Penulis: z--
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved