Stacey Membela Muslimah dari Perilaku Rasis di KRL
Ia menjadi benar-benar marah setelah nenek itu menuding penumpang muslim itu adalah pendukung ISIS dan menghina hijabnya.
PALMERAH, WARTAKOTALIVE-Seorang muslimah mendapat serangan verbal dari seorang nenek tanpa sebab dalam sebuah perjalan kereta rel listrik, Rabu (15/4/2015) sore.
Kejadian itu sempat direkam oleh penumpang lainnya yang kemudian membela habis-habisan muslimah itu.
Pada Kamis (16/4/3015), kejadian itu berlangsung di sebuah KRL Sidney yang menuju ke Bandara INternational Sidney. Saat itu, Stacey Eden (23) yang merekam kejadiannya.
Saat di dalam sebuah kereta, mendadak seorang nenek berbaju merah memaki-maki seorang muslimah dengan nada rasis yang baru saja duduk di kereta bersama teman prianya.
Keruan saja, aksi memaki itu mengundang perhatian penumpang lain, termasuk Stacey Eden.
Eden lalu merekam kejadian itu melalui handphone-nya.
Karena caci maki wanita paruh baya itu tak berhenti, bahkan cenderung rasis karena busana hijab dikenakan si muslimah, Eden pun menghardiknya.
"Tutup mulut Anda jika tak bisa berbicara secara sopan," ujar Eden kepada wanita paruh baya itu seperti dilansir daily mail australia.
Bahkan Eden setengah berteriak mengatakan, "Dia memakai itu (jilbab) untuk dirinya sendiri, OK. Dia memakai itu karena dia ingin menjadi sederhana dengan tubuhnya, bukan karena orang-orang seperti Anda yang akan duduk di sana dan tidak menghormatinya."
Ms Eden mengatakan ia menjadi benar-benar marah setelah si nenek menuding penumpang muslim itu adalah pendukung ISIS dan menghina hijabnya.
"Tidak perlu peduli apa yang mereka lakukan. Milik lah rasa hormat, rasa hormat," ujar Eden lagi.
Eden kemudian menyuruh wanita paruh baya itu untuk diam. "Tutup mulut Anda, sederhana.
Aksi Eden membuat pasangan muslim yang dibela mengucapkan terima kasih beberapa kali.
Kejadian itu lalu mendapat respons dari The Islamophobia Register Australia group.
"Kami berbesar hati dengan tindakan Stacey - dia adalah refleksi dari 'Tim Kemanusiaan' dan kami berharap bahwa tindakannya menginspirasi orang lain untuk berdiri melawan fitnah ras atau agama," kata Mariam Veiszadeh, pendiri kelompok itu.
Mariam mengatakan kepada kekerasan terhadap perempuan Muslim yang menjadi semakin umum dalam beberapa tahun belakangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rasis-di-krl.jpg)