Jumat, 1 Mei 2026

Pembunuhan

Pembunuh Empi Dibekuk di Depan Istrinya yang Hamil

Muhamad Prio Santoso alias Rio (24), pembunuh Deudeuh Alfi Syahrin alias Empi (26), dibekuk di depan istrinya yang tengah hamil.

Tayang:
Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Inilah Rio Santoso, pembunuh Empi saat digiring ke kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2015) siang. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Muhamad Prio Santoso alias Rio (24), pembunuh Deudeuh Alfi Syahrin alias Empi (26), dibekuk polisi Rabu (15/4) dini hari pukul 03.30 di Batu Tapak, Bojonggede, Kabupaten Bogor di depan istrinya.

"Pelaku ditangkap pada Rabu dini hari. Dia sedang tidur bersama istrinya," ucap Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/4).

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengetahui keberadaan Rio dengan melacak ponsel Empi yang dibawa kabur pelaku.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Albert Sianipar mengatakan, setelah membunuh Empi, Rio membawa kabur empat unit ponsel, dan salah satunya diaktifkan setelah diisi dengan sim card miliknya. Dari situlah keberadaan Rio bisa terlacak oleh polisi.

"Jadi, kami selidiki dari handphone-nya. Sim card korban memang dibuang, tapi chip-nya di handphone kan masih bisa terlacak," ujar Albert dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Dalam jumpa pers itu, Rio mengaku membunuh Empi karena tersinggung saat korban menyebut badan Rio bau saat tengah berhubungan intim. Itulah yang menjadi alasan Rio membunuh Empi. Dan korban tewas karena kehabisan napas.

Rio juga mengaku sengaja mengambil tiga ponsel milik korban dan sebuah MacBook untuk dijual. "Mau saya jual untuk berobat ibu saya," ucap Rio kepada Warta Kota, di Mapolda Metro, kemarin.

Rio mengaku sudah dua kali mengencani Empi sejak akhir Maret lalu. Tapi di kencan pertama rio belum melihat Empi memiliki peralatan komunikasi yang begitu canggih. "Saya baru lihat dia (Empi) punya barang mewah waktu itu (pembunuhan)," ucap Rio. Makanya, Rio berniat mengambilnya dan membawanya kabur.

Pesan PSK lagi

Rio membunuh Empi, Jumat (10/4) pukul 20.00. Dia mencekik Empi hingga tewas karena kesal dibilang badannya bau saat berhubungan intim. Usai membunuh atau sekitar 15 menit kemudian (pukul 20.15), Rio melarikan diri dengan mengenakan topi dan masker.

Dari rumah kos, Rio menuju Stasiun Tebet. Dan setelah sempat agak lama di stasiun, sampai akhirnya Rio memilih pulang naik kereta ke Bojonggede.

Setelah tiga hari membunuh Empi dan kabur, Rio kembali memesan pekerja seks via Tw­it­ter, Senin (13/4). "Itu saya lakukan untuk menghilangkan jejak supaya polisi tidak curiga. Jadi saya tetap berlagak terus mendekati pekerja seks," jelas Rio.

Seperti diberitakan, Empi ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Tebet Utara 15 C No 28 RT 007 / RW 010, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4) pukul 19.00. Saat ditemukan, janda cantik beranak satu ini tanpa busana, mulutnya tersumpal kaus kaki dan leher terlilit kabel.

Atas perbuatannyam Rio dijerat Pasal 338 dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Guru privat

Rio tercatat sebagai guru privat bimbingan belajar (bimbel) di Jalan Surya Mandala I, Sunrise Garden, Kedoya, Jakarta Barat. Rio sudah memiliki seorang istri yang saat ini sedang hamil anak kedua. Ia telah memiliki anak pertama yang kini berusia 8 tahun.

Pantauan Warta Kota, Rabu (15/4) siang, Rumah Belajar tempat Rio mengajar itu menempati bangunan tiga lantai. Gedung berwarna biru muda itu, dua lantai dijadikan tempat belajar, dan lantai paling atas masih dikosongkan.

Rumah belajar tersebut menyediakan jasa bimbel dari tingkat SD, SMP dan SMA. Tampak murid berseragam SD hilir mudik di tempat bimbel ini.

Rekan-rekan kerjanya tak menyangka Rio melakukan aksi keji tersebut. "Orang-orang di sini nggak menyangka Rio bisa melakukan hal itu (pembunuhan)," ujar Ima, Staf Admin Rumah Belajar, saat ditemui Warta Kota.

Menurut Ima, dirinya masih melihat pelaku mengajar siswa kelas 12, Selasa (14/4) sore. "Ekspresinya sih saya lihat kemarin normal-normal saja, seperti nggak ada masalah," ucap Ima.

Dia membenarkan Rio tinggal di Bogor. Namun, Ima tak mengetahui alamat detailnya rumah Rio. "Saya juga kurang tahu dia sudah punya istri atau belum," katanya.

Rio sudah bekerja selama 1,5 tahun sebagai guru matematika di bimbel itu. Dalam seminggu, hampir setiap hari Rio mengajar. "Dia sama rekan-rekan di sini suka ngobrol, malah dia suka bercanda. Dia nggak tertutup orangnya," ungkapnya.

Keluarga lega

Sementara itu, Nur Hasanah (38), kakak ipar Empi mengatakan, keluarga akhirnya lega karena polisi telah berhasil menangkap pembunuh adiknya. "Kami sekeluarga lega karena pembunuh Empi sudah ditangkap polisi. Kami berharap pelaku dihukum setimpal sesuai perbuatan dan hukum yang berlaku," kata Nur Hasanah kepada Warta Kota, di rumahnya di Jalan Margonda, Gang Mangga RT 005/012, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Rabu (15/4) sore.

Nur mengatakan, saat melihat wajah pelakunya di televisi, ia menangis karena kembali teringat adik iparnya itu. "Saya sampai menangis kalau ingat kekejaman si pelaku. Saya geram banget ngeliat pelakunya di TV. Kejam sekali dia membunuh adik saya tanpa alasan jelas," ujar Nur.

Istri terpukul

Sementara istri Rio tampak terpukul saat mengetahui suaminya adalah tersangka pelaku pembunuhan. Perempuan itu kemarin pergi meninggalkan rumah kontrakan mereka di Bojonggede dengan raut muka sedih.

Hal itu dikatakan Supiah (29) tetangga Prio yang berjarak beberapa rumah di depannya. "Istrinya kelihatan buru-buru dan bingung sewaktu pergi. Wajahnya lesu dan tampak sedih sekali. Mata dan pipinya sembab," kata Supiah, Rabu (15/4).

Menurut Supiah, istri Prio sempat menjemur pakaian pagi hari, namun langsung pergi dengan menumpang motor saudaranya. "Dia pergi sama anaknya, pakaian yang dijemur pun belum diangkat," kata Supiah.

Kemungkinan sang istri shock dan sakit hati dengan kenyataan bahwa Prio adalah tersangka pembunuh, ditambah lagi ia melakukannya karena tidur dengan korbannya. "Sudah membunuh, selingkuh juga. Pasti sakitnya dobel Mas," ujar Supiah. (ote/bum/m3)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved