Parkir Bayar, Rektor UIKA Bogor Didemo Mahasiswa

Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan kepada rektor UIKA, DR Bahrudin Ending

Parkir Bayar, Rektor UIKA Bogor Didemo Mahasiswa
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Mahasiswa UIKA demo di depan rektorat, Kamis (16/4). 

WARTA KOTA, BOGOR - Ratusan mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) menggelar aksi demo memprotes kebijakan rektorat yang dinilai memberatkan mahasiswa.

Aksi demo yang digelar di depan gedung rektorat, Kamis (16/4) siang sempat ricuh saat para mahasiswa mencoba masuk ke gedung rektorat.

Saling dorong antara mahasiswa dan satpam kampus pun tidak terhindarkan lagi. Namun, kericuhan tidak berlangsung lama setelah beberapa pimpinan aksi demo menenangkan pengunjuk rasa.

Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan kepada rektor UIKA, DR Bahrudin Ending. Ada enam tuntutan yang disampaikan kepada rektor UIKA, yaitu turunkan biaya masuk kuliah UIKA tahun ajaran baru dan seterusnya, cabut SK tentang biaya parkir, percepatan pembangunan Masjid Al-Hijri, bebaskan biaya pemakanan fasilitas aula UIKA, hapuskan kewajiban untuk tinggal dan membayar biaya rusunawa bagi mahasiswi.

"Dan berikan toleransi yang jelas kepada mahasiswa dan mahasiswi untuk mengikuti UTS atau UAS bagi yang belum melunasi pembayaran administrasi perkuliahan," ujar Gultom Rizal, Koordinator Aksi.

Sejumlah mahasiswa mengaku keberatan dan perbelakuan parkir berbayar di kampusnya. Menurut seorang mahasiswi, untuk sekali parkir dia harus membayar Rp 1000.

"Memang kalau sekali parkir saja tidak memberatkan, tapi kan kita kadang bolak-balik, karena jam kuliah kan berbeda-beda," katanya.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved