Ujian Nasional
Breaking News : Komputer untuk UN di SMKN 12 Jakarta Mati
Komputer untuk Ujian Nasional di SMKN 12 Jakarta di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mati, Senin (13/04) pagi.
WARTA KOTA, TANJUNGPRIOK— Hari pertama Ujian Nasional (UN) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 12, Jalan Kebon Bawang 15, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami kendala, yakni komputer mati, Senin (13/04) pagi.
Kepala Sekolah SMKN 12, Suryani mengaku telah mengantisipasi dengan menyiapkan komputer cadangan.
"Kalau komputer mati, kami sudah siapkan cadangannya. Satu kelasnya ada 30 siswa, sedangkan di kelas ada 40 unit komputer. Jadi, tidak ada masalah," terangnya saat diwawancarai awak media.
Mengantisipasi mati listrik, pihaknya pun sudah menghimbau ke pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar jangan sampai ada pemadaman listrik.
"Kami sudah koordinasi dengan pihak PLN, memohon untuk jadwal ujian ini tidak dipadamkan listriknya. Namun, antisipasi hal itu juga, kami ada sistem UPS untuk yang dapat mengaliri listrik selama kurun waktu satu jam. Sudah dipersiapkan," katanya.
Ia mengaku dan meyakini, ujian dengan sistem CBT tidak ada hambatan hingga hari akhir ujian, pada Kamis (16/04).
Ia juga mengatakan jalannya ujian juga mendapat penjagaan dari pihak kepolisian, guru pengawas, maupun dengan Closed Circuit of Television (CCTV).
"Kami sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para siswa kelas XII yang akan mengikuti UN. Selain itu infrastruktur komputer untuk ujian juga sudah siap untuk digunakan para siswa," ujar Suryani.
Di sekolah tersebut, kata Suryani terdapat 183 siswa yang meengikuti UN berbasis CBT, yang terdiri dari 2 kelas Administrasi Perkantoran, 2 kelas Pemasaran, dan 1 kelas Akuntansi.
SMKN 12 melaksanakan UN berbasis CBT dalam 3 sesi, yakni sesi I pada pukul 07.30-09.30 WIB, sesi II pada pukul 10.00-12.00 WIB, dan sesi III pada pukul 13.00-15.00 WIB.
Diketahui, CBT pada teknisnya menjalankan UN melalui jaringan Local Area Network (LAN). Jaringan tersebut melalui server yang ada di sekolah.
Setelah database jawaban peserta terkumpul, maka data tersebut dikirim ke server Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.
"Kami akan mengupload hasil ujian per sesi sehingga dapat meminimalisir kegagalan upload ke jaringan internet Kemdikbud. Sebab ada 556 sekolah yang menggunakan CBT pasti traffic jaringan akan sangat padat. Maka dari itu, kami melakukan upload per sesi agar data yang diupload tidak terlalu besar dibanding mengirim sekaligus pada tiga sesi," jelas Kepala Lab Komputer SMKN 12, Anjrah Mintana. (Panji Baskhara Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/un-komputer.jpg)